KABAR MADURA | Meskipun 146 dari 178 desa di Pamekasan sudah mengajukan pencairan dana desa (DD), namun pagu anggaran bantuan langsung tunai (BLT) dari DD 2025 belum diketahui.
Saat ini masih 32 desa yang belum mengajukan BLT DD. Pagu tersebut baru bisa diketahui jika seluruh desa di Pamekasan telah mengajukan pencarian melalui aplikasi sistem keuangan desa atau Siskeudes, kemudian dicairkan.
Koordinator Tenaga Pendamping Profesional (TPP) Pamekasan Moh. Holis mengatakan, 32 desa yang belum mengajukan tersebut sudah didampingi agar segera mengajukan.
Mengenai keterlambatan pengajuan, kata Holis, dipicu adanya multitafsir tentang 20 persen dari pagu DD khusus ketahanan pangan yang tertuang pada peraturan menteri desa (permendes).
“Jadi ketahanan pangan itu sekarang harus 20 persen masuk ke BUMdes, ini yang agak menghambat, di mana desa itu banyak menahan diri untuk mengajukan. Desa juga masih belum upload APBDes,” terangnya.
Terpisah, staf Pemdes Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pamekasan Farid Rahman menyampaikan, saat ini sudah masuk masa pencairan BLT DD tahap 1. Dananya akan ditransfer jika semua desa sudah mengajukan.
“Jadi bagi desa yang belum mengajukan dan DD-nya belum disalurkan ke rekening desa, secara otomatis tidak bisa mencairkan,” paparnya, Kamis (13/3/2025).
Sementara itu, dari 142 desa yang sudah mengajukan pencairan BLT DD, pagunya sekitar Rp11,3 miliar. Dana tersebut untuk 3.162 keluarga penerima manfaat (KPM) yang diajukan. Sedangkan batas pengajuan DD tahap pertama adalah pada 15 Juni 2025.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pendamping untuk segera melengkapi berbagai persyaratan untuk proses pengajuan,” imbuh Rahman. (rul/waw)





