Dinkes Pamekasan Temukan 262 Kasus TBC Baru Selama Kurun Januari-Maret 2025

Kesehatan, News100 views

KABAR MADURA | Kasus TBC (tuberculosis) di Pamekasan masih ada dan terus bermunculan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan, selama tiga bulan terakhir, tercatat terdapat 262 kasus positif TBC yang kini dalam proses penanganan.

Jumlah kasus tersebut sangat rendah dibandingkan pada 2023, yang terdapat 1.125 kasus. Pada 2024 kasus TBC meningkat, menyentuh angka 1.609.

Wakil Supervisor TBC Dinkes Pamekasan Dwi Kurnia Putri mengatakan, rendahnya temuan kasus ini hanya merupakan permukaan dari masalah yang lebih besar di 2025. Peningkatan kasus dalam dua tahun terakhir menunjukkan bahwa masih banyak kasus yang belum terdeteksi.

“Kami masih perlu berupaya semaksimal mungkin dalam melakukan penemuan dan pencegahan penyakit TBC, agar rantai penularan dapat diputuskan di lingkungan kita,” ungkapnya, Minggu (16/3/2025).

Baca Juga:  Pamekasan Waspada DBD, 185 Kasus Tercatat dan Satu Meninggal Dunia

Dari total 262 kasus tersebut, Dinkes Pamekasan telah berhasil mengobati 200 pasien baru. Sementara sisanya masih dalam tahapan pengawasan dan pengobatan. 

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Penyakit ini, umumnya menyerang individu berusia 15-55 tahun dengan gejala awal, seperti batuk berkepanjangan, demam, nyeri dada, sesak napas, keringat berlebih di malam hari, dan penurunan berat badan.

Putri menjelaskan, penyakit TBC terbagi menjadi dua jenis, yakni tuberculosis obat sensitif (TBC SO) dan tuberculosis resistan obat (TBC RO).

“Kasus TBC SO masih dapat ditangani di puskesmas atau klinik, sedangkan pasien TBC RO memerlukan perawatan intensif dan fasilitas kesehatan khusus,” tambahnya.

Baca Juga:  Kasus Penolakan Ambulans Antar Jenazah, Keluarga Korban Bongkar Fakta Berbeda dari Pernyataan Kadinkes Pamekasan

Menurutnya, untuk mengantisipasi lonjakan yang terus terjadi, Dinkes Pamekasan telah melakukan beberapa strategi, di antaranya melakukan deteksi dini dengan skrining, mengimbau setiap puskesmas, klinik, dan rumah sakit untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan pada pasien baru.

Putri berharap, dengan adanya upaya ini, dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan, kebersihan, serta melakukan pemeriksaan diri ke fasilitas kesehatan (faskes) apabila sudah merasakan gejala dini untuk segera ditangani.

“Penularan penyakit ini sangat mudah. Bisa melalui percikan dahak penderita TBC yang terhirup oleh orang lain, dan sebagainya,” tandasnya. (km62/din)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *