Viral Dugaan Berulat, Hasil Uji Lab Nyatakan Susu MBG SPPG Kemala Bhayangkari Aman Dikonsumsi 

Berita67 views

KABAR MADURA | Hasil uji laboratorium terhadap sampel menu susu program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pademawu Murtajih 2 Yayasan Kemala Bhayangkari menunjukkan tidak adanya kandungan bakteri berbahaya.

Berdasarkan hasil pengujian, parameter E. Coli pada sampel susu tercatat 0 CFU/gr. Nilai ini berada jauh di bawah ambang batas maksimum, yakni <1,1 CFU/gr. Dengan demikian, sampel susu yang diuji dinyatakan memenuhi standar baku mutu dan tidak menunjukkan adanya indikasi pencemaran.

Selain itu, secara fisik juga tidak ditemukan kontaminasi benda lain yang berpotensi memicu munculnya bakteri berbahaya, seperti cacing, ulat, maupun benda asing lainnya.

“Artinya, sampel menu yang diuji itu hasilnya aman. Tidak ada indikasi pencemaran dan tidak ada temuan kontaminasi benda lain,” jelas Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan dr. Saifuddin melalui Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Ahmad Syamlan, Selasa (28/4/2026).

Baca Juga:  Soal Isu Fasilitas Mewah untuk Istri, Bupati Pamekasan: Itu Isu Jalanan yang Tidak Benar

Uji laboratorium ini dilakukan menyusul beredarnya video viral yang menunjukkan menu susu MBG yang diterima siswa SDN Sentol 2, Kecamatan Pademawu, diduga berisi sesuatu yang menyerupai ulat atau cacing. Video itu sempat ramai diperbincangkan di media sosial.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Menanggapi hal itu, Kepala SPPG Kemala Bhayangkari Moh. Ilham Efendy menyampaikan bahwa temuan dalam video itu belum dapat dipastikan berasal dari susu, mengingat rekaman diambil saat cairan susu sudah berada di lantai.

Baca Juga:  BPBD Pamekasan Siaga Hadapi Ancaman Kemarau Panjang dan Krisis Air Bersih

Dia menjelaskan, pihaknya menerima laporan kejadian tersebut pada 14 April 2026 sekitar pukul 09.00 WIB melalui video yang beredar di grup sekolah. Setelah menerima laporan, tim langsung turun ke lokasi dengan membawa susu pengganti.

“Setelah ditelusuri, ketika ditanya ke anak-anak (siswa), mereka saling lempar terkait siapa yang benar-benar awal mula menemukan ulat atau cacing tersebut. Tidak ada yang tahu pasti siapa yang menuangkan susu itu,” ujarnya kepada Kabar Madura, Jumat (17/4/20206). (nur/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *