Dinsos Pamekasan Andalkan Pemprov Jatim dan Kemensos RI Bayar Honor Tagana

News284 views

KABAR MADURA | Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan Herman Hidayat mengaku bahwa instansinya belum dapat memberikan honor kepada personel Taruna Siaga Bencana (Tagana) sepanjang 2025. Pasalnya, dana dukungan untuk personel Tagana hanya mengandalkan dua sumber, yakni dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) dan Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

Menurutnya, setiap personel Tagana akan menerima uang tali asih yang dicairkan setiap tiga bulan sekali dari Pemprov Jatim sebesar Rp300 ribu hingga Rp500 ribu. Sementara itu, dari Kemensos RI, setiap personel akan mendapatkan bantuan sebesar Rp1 juta sampai Rp3 juta per enam bulan sekali.  

“Untuk Tagana memang tidak ada gaji. Namun, sebagai bentuk dukungan dari pemerintah, mereka mendapatkan honor tali asih, baik dari Pemprov maupun dari Pusat,” kata Herman, Minggu (23/3/2025).  

Baca Juga:  Seleksi PPPK Sekolah Rakyat 2026 Dibuka, Dinsos Pamekasan Pastikan Tidak Ada Jalur Prioritas

Meskipun demikian, Dinsos Pamekasan berjanji akan mengusulkan pemberian honor untuk setiap personel Tagana dalam anggaran 2025 kepada pemerintah daerah. Hal ini sebagai bentuk apresiasi dan dukungan bagi Tagana yang bertugas dalam penanganan bencana di Pamekasan.  

“Kami belum pernah mengusulkan honor Tagana kepada Pemerintah Kabupaten Pamekasan, karena kita paham kondisi ekonomi pemerintah belum baik. Namun, di tahun ini akan kami usahakan,” ujarnya.  

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Saat ini, jumlah personel Tagana di Pamekasan mencapai 58 orang. Jumlah tersebut merupakan batas maksimal yang telah ditetapkan oleh Pemprov Jatim dan Kemensos RI.  

Baca Juga:  Dinsos Pamekasan Verifikasi 150 Usulan PPSE 2026, Dorong KPM Menuju Graduasi Mandiri

Jumlah tersebut, Herman menilai, keberadaan Tagana sudah cukup untuk membantu dalam mitigasi bencana alam di Pamekasan. Apalagi, pihaknya telah menjalin kerja sama dengan berbagai instansi, mulai dari tingkat desa, kecamatan, hingga kabupaten, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) serta Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Pamekasan.  

“Memang perlu kerja sama, karena kita belum memiliki fasilitas yang lengkap. Saat ini, kami hanya memiliki mobil siaga dan beberapa fasilitas lainnya,” pungkasnya. (km62/din)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *