KABAR MADURA | Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan memutuskan menaikan target pendapatan asli daerah (PAD) 2025. Pasalnya, capaian PAD pada tahun ini saja diprediksi tidak akan mencapai target.
Direktur RSUD Smart Pamekasan dr. Raden Budi Santoso menyampaikan, target PAD RSUD Smart tahun ini sebesar Rp150 miliar. Sementara, capaian PAD ini dinilai tidak akan mencapai 100 persen. Pihaknya hanya memprediksi mampu mencapai 98 persen dari target.
“Kemungkinan 98 persen capaian PAD-nya, karena menurut hitungan kami ada beberapa yang harus dipending karena disebut tidak layak oleh BPJS Kesehatan. Jadi, akhirnya kami menyimpulkan ada dua persen yang nantinya belum bisa dicapai. Tapi, nanti jumlah konkrit capaiannya masih menunggu akhir Desember 2024,” ujarnya kepada Kabar Madura, Selasa (12/17/2024).
Budi menegaskan, 90 persen dari capaian PAD itu diperoleh dari klaim pelayanan kesehatan yang dibayarkan BPJS Kesehatan. Kemudian sisanya berasal dari layanan umum lainnya, mulai dari rawat jalan atau rawat inap.
Sementara saat disinggung masalah sarana dan prasarana rumah sakit, dr. Budi menyebut, terus dilakukan peningkatan dan perbaikan, meskipun belum sempurna. Menurutnya, masih banyak yang perlu dilengkapi, kendati kelas akreditasinya sudah Tipe B.
“Akan terus kami tingkatkan untuk peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat,” ungkapnya.
Dia menambahkan, upaya untuk peningkatan layanan dari sumber pembayaran umum terus dilakukan, di mana harus menambah item layanan, termasuk layanan estetika untuk proyeksi 2025. Sebab itu tidak dibayar oleh BPJS Kesehatan.
“Kami rencanakan rehab tempat untuk layanan kecantikan,” tukasnya. (rul/zul)





