KABAR MADURA | Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Pamekasan telah menyiapkan anggaran untuk program Beasiswa Santri 2025. Namun, Disdikbud Pamekasan tidak mengalokasikan untuk penambahan penerima baru.
Kepala Disdikbud Pamekasan Moh Alwi menyampaikan, program Beasiswa Santri ini untuk meringankan beban santri yang berprestasi untuk memiliki kesempatan belajar yang maksimal. Maka dari itu, program ini akan tetap dilanjutkan pada 2025. Namun, pihaknya hanya menganggarkan bagi penerima yang sudah terdaftar tahun sebelumnya.
“Program Beasiswa Santri tetap berlanjut di 2025,” ujarnya kepada Kabar Madura, Minggu (15/12/2024).
Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP Disdikbud Pamekasan Ridwan menambahkan, program Beasiswa Santri 2025 diproyeksikan hanya berlangsung enam bulan. Sasarannya santri yang sudah menerima beasiswa sebelumnya. Mereka akan mendapatkan Rp500 ribu per bulan.
Menurut Ridwan, realisasinya tidak diberikan secara langsung tunai, melainkan melalui rekening dari masing-masing santri penerima. Akan tetapi, jumlah bulan penerimaan itu masih berpotensi berubah, menyesuaikan dengan ketersediaan anggaran.
“Jadi yang dapat Beasiswa Santri itu yang kelas VIII dan IX sekarang, melanjutkan dari tahun sebelumnya,” ungkapnya.
Dia juga menyebut, pihak perbankan akan mendatangi langsung ke pesantren mitra yang menerima setiap pencairan. Hal itu dilakukan agar proses penyalurannya bisa lebih efektif.
“Untuk yang tahun ini sudah masuk ke rekening masing-masing santri, sudah ada pemindahbukuan istilahnya,” tukas Ridwan. (rul/zul)





