KABAR MADURA | Produk hasil olahan berbahan ikan mulai dioptimalkan dengan dipasarkan ke luar Madura. Bahkan, penjualan secara online juga mulai digarap. Terdapat 35 produk unggulan yang sudah dipasarkan ke luar daerah, seperti kerupuk ikan, abon ikan cakalang, sosis ikan, bakso ikan, serta produk lainnya.
Kata Kepala Bidang (Kabid) Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perikanan (Diskan) Sumenep Heru Faizal, Senin (8/7/2024), hasil produk itu merupakan hasil binaan Diskan Sumenep. Yang dilibatkan dalam pembinaannya adalah sebanyak 306 orang pengolah hasil perikanan dan 556 orang pemasar hasil perikanan.
Dalam melakukan pemasaran ke luar daerah, imbuh Heru, dibutuhkan biaya, misalnya pemasaran secara online yang butuh aplikasi dan jaringan yang memadai, termasuk ongkos ke luar daerah pada saat dipasarkan secara offline.
“Pemasaran ke luar daerah butuh dukungan juga dari masyarakat agar semua produknya itu laku,” bebernya.
Mengenai kebutuhan biaya itu, menurut Heru, dibutuhkan alokasi anggaran dari pemerintah. Karena saat ini belum dianggarkan, maka akan diperjuangkan pada perubahan anggaran keuangan PAK APBD Sumenep 2024. Anggaran yang akan diajukan sedikitnya Rp100 juta.
“Kami masih butuh untuk memberdayakan hasil binaan kelompok pengolahan dan pemasaran hasil perikanan (poklahsar). Kami harap nantinya dapat dana PAK ya,” ucap dia.
Sementara itu, anggota Komisi II DPRD Sumenep mengutarakan, agar usaha pengajuan anggaran pada PAK 2024 untuk pemasaran produk UMKM di Kota Keris butuh perencanaan yang matang dan ada rasionalisasi kebutuhan, artinya, dana yang dibutuhkan disesuaikan dengan kebutuhan yang ada.
“Kalau tidak sesuai, tentu bakal ditolak,” singkatnya.
Pewarta: Imam Mahdi
Redaktur: Wawan A. Husna





