Distribusi Tidak Merata, Sejumlah SMP di Bangkalan Masih Kekurangan Guru Mapel

KABAR MADURA | Persoalan distribusi guru di tingkat sekolah menengah pertama (SMP) di Bangkalan masih menjadi pekerjaan rumah (PR) yang belum terselesaikan. Di sejumlah sekolah, kebutuhan guru untuk mata pelajaran (mapel) tertentu masih belum terpenuhi.

Namun, di sisi lain terdapat pula sekolah yang justru mengalami surplus tenaga pengajar. Kondisi itu diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SMP Dinas Pendidikan (Dispendik) Bangkalan Muhaimin, Selasa (26/5/2026).

Menurutnya, persoalan kekurangan guru tidak bisa dipukul rata di seluruh sekolah. Sebab, kebutuhan tiap satuan pendidikan berbeda-beda, tergantung komposisi mapel dan jumlah tenaga pengajar yang tersedia.

“Di beberapa sekolah itu bahkan cukup. Tapi memang untuk mata pelajaran tertentu di sejumlah sekolah masih ada yang membutuhkan guru, sedangkan di tempat lain justru surplus,” ujarnya.

Baca Juga:  SDN Tlomar 2 Bangkalan Rusak Berat, Revitalisasi Menunggu Kepastian Pemerintah Pusat

Dia mencontohkan, berdasarkan laporan yang diterimanya, SMP Negeri 2 Tanjung Bumi masih mengalami kekurangan guru untuk sejumlah mapel, di antaranya pendidikan jasmani, olahraga, dan kesehatan (PJOK) serta bahasa Inggris.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

“Tetapi di sekolah lain guru Bahasa Inggris justru surplus,” ungkapnya.

Muhaimin menjelaskan, ketimpangan distribusi guru itu juga berkaitan erat dengan sistem sertifikasi. Sebab, guru wajib memenuhi minimal 24 jam mengajar agar tunjangan sertifikasinya dapat dibayarkan.

“Kalau dalam satu sekolah guru terlalu penuh, nanti ada guru yang tidak bisa dibayar sertifikasinya karena tidak memenuhi minimal 24 jam pelajaran,” tuturnya.

Baca Juga:  Jasad Perempuan Mengapung di Kamal Bangkalan, Polisi Telusuri Identitas dan Penyebab Kematian

Selain itu, menurutnya, ketimpangan tenaga pendidik juga menimpa hampir seluruh wilayah Indonesia. Sekalipun jumlah alumni perguruan tinggi di bidang jurusan pendidikan cukup banyak, hal itu masih berkaitan dengan serapan tenaga kerja yang saat ini proses rekrutmennya diatur secara ketat.

Output lulusan pendidikan profesi guru sebenarnya banyak. Tapi yang terserap ke sekolah masih sedikit. Itu kembali lagi pada political will pemerintah, apakah membuka formasi guru atau tetap memperketat seperti sekarang,” pungkasnya. (fik/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *