KABAR MADURA | Setelah ditemukan satu anak menderita penyakit polio, Kabupaten Pamekasan mendapatkan status kejadian luar biasa (KLB) polio. Sebab itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan terus gencar melakukan imunisasi.
Kepala Bidang (Kabid) Layanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Pamekasan Erlina mengatakan, kasus polio memang baru ada satu yang tetapkan, namun saat ini pemkab sudah mengambil sampel 30 anak sebagai bentuk intensifikasi pencegahan.
“Kami sudah melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat, bahkan siaran keliling,” paparnya, Selasa (16/1/2023).
Dia menjelaskan, untuk pemeriksaan akan menyasar 103.066 anak yang berusia 0 hingga 7 tahun 11 bulan. Pemeriksaan ini akan dilakukan sebelum imunisasi polio diberikan. Apabila ditemukan indikasi polio, maka akan ada tindakan lanjutan.
Menurutnya, 30 anak di antaranya sudah diambil sampel darahnya untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium.
“30 anak sehat yang diperiksa, sampai saat ini masih belum ada hasil,” ujarnya.
Salah satu pemicu anak terjangkit polio karena tidak diimunisasi dan status gizinya tidak baik. Sehingga apabila terkena virus, daya tahan tubuhnya tidak bisa melindungi.
Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh Kabar Madura, satu anak yang menderita polio teridentifikasi saat diperiksa di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Slamet Martodirdjo (SMart) Pamekasan pada Desember 2023. Baru kemudian pada Januari 2024 ini ditetapkan KLB polio.
Pewarta: Khoyrul Umam Syarif
Redaktur: Sule Sulaiman





