KABAR MADURA | Selama ini, industri kretek kelas kecil dan menengah memiliki peran penting dalam ekonomi lokal. Ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat Madura, khususnya di Kabupaten Pamekasan.
Mereka menciptakan lapangan kerja tidak hanya di sektor industri, tetapi juga dalam rantai pasokan seperti pengecer, distributor, petani tembakau, dan pekerja kasar di industri pengolahan tembakau.
Atas fakta tersebut, PC PMII Pamekasan mendorong agar Bea Cukai Madura merumuskan kebijakan yang berkeadilan. Sebab, kebijakan yang diskriminatif akan berdampak pada penurunan tenaga kerja dan perputaran ekonomi melambat.
“Ketika banyak pekerja kehilangan pekerjaan, daya beli masyarakat setempat juga akan menurun, yang pada gilirannya memengaruhi berbagai bisnis lokal,” katanya.
Di samping itu, pembinaan berkala kepada pabrikan baru perlu didorong untuk mempersiapkan diri menghadapi perubahan regulasi. Termasuk diberikan insentif atau subsidi untuk mengurangi beban akibat kenaikan cukai dan aturan lain.
“Ini penting agar pabrikan rokok tidak memproduksi rokok polos yang merugikan negara,” ujar Ketua Umum PC PMII Pamekasan Homaidi saat audiensi ke Bea Cukai Madura beberapa waktu lalu.
Selanjutnya, PMII memandang perlunya pendekatan multisolusi dan kebijakan yang berbasis data. Pemerintah dapat menyeimbangkan antara peningkatan pemasukan negara dan keberlanjutan pabrikan kelas menengah dan kecil, demi menjaga stabilitas ekonomi lokal.
“Hal ini mencakup perencanaan yang cermat dan kolaborasi dengan berbagai pihak terkait, baik dari sisi industri maupun masyarakat sehingga tercipta iklim usaha industri kretek yang berkeadilan,” tegasnya. (rul/zul)





