DP3AP2KB Pamekasan Gelar Workshop untuk Optimalkan Pemberdayaan Kelompok Masyarakat di Kampung KB

News55 views

KABAR MADURA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan serta Pengendalian Keluarga Berencana (DP3AP2KB) setempat, menggelar Workshop Pemberdayaan Kelompok Masyarakat Kampung Keluarga Berencana (KB).

Kegiatan yang digelar di Ruang Pertemuan Wahana Bina Praja Sekretariat Daerah (Setda) Pamekasan, Kamis (13/6/2024) itu, sebagai upaya untuk memaksimalkan sinergitas dan kerjasama seluruh elemen masyarakat, dalam menekan angka kasus stunting di Kabupaten Pamekasan.

Kepala DP3AP2KB Pamekasan Munapik menyampaikan, kampung keluarga berkualitas merupakan satuan wilayah setingkat desa. Dimana terdapat integrasi dan konvergensi penyelenggaraan pemberdayaan dan penguatan institusi keluarga dalam seluruh aspek.

“Sinergitas dan kerjasama adalah kunci utama untuk menekan angka penurunan stunting,” paparnya, Kamis (13/6/2024).

Dijelaskannya, terbentuknya kampung KB di 178 desa dan 11 kelurahan menjadi salah satu instrumen yang diharapkan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas hidup masyarakat desa. Sebab, upaya penurunan stunting dinginkan bisa melibatkan semua sektor, sehingga dapat mengurai permasalahan yang dihadapi selama ini.

“Perlu adanya kerja yang baik antara seluruh elemen, ini adalah kunci utama untuk menekan angka stunting,” ujarnya.

Dia menjelaskan, pemerintah telah melakukan upaya pencegahan stunting dari hulu yang dilakukan kepada calon pengantin melalui pendampingan keluarga. Caranya dengan melakukan advokasi program pembangunan keluarga, kependudukan, dan keluarga berencana (Bangga Kencana) kepada stakeholder dan mitra kerja dengan fokus pada pencegahan penurunan stunting.

“Komitmen menjadi pilar utama yang sangat penting dalam strategis nasional dan juga kolaborasi kerja berbagai pihak menjadi kunci untuk konvergensi antar program hingga ke tingkat desa dan kelurahan,” ujarnya.

Munapik mengutarakan, kampung KB bisa meliputi semua aspek kehidupan, salah satu yang diinginkannya bisa memutus mata rantai kemiskinan, supaya masyarakat bisa terus didorong kesejahteraanya.

“Jadi yang kami butuhkan program konkrit yang bisa menyentuh langsung kepada masyarakat,” tutupnya.

Pewarta: Khoyrul Umam Syarif

Redaktur: Miftahul Arifin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *