Renovasi Kios dan Los Pasar Waru Telan Rp195 Juta

News60 views

KABAR MADURA | Renovasi sejumlah kios dan los pedagang di Pasar Waru, Kecamatan Waru, Pamekasan, akhirnya dikerjakan. Renovasi bangunan pasar bekas kebakaran yang terjadi pada Bulan Maret 2024 itu, menelan anggaran Rp195 juta.

Kepala Bidang (Kabid) Pasar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pamekasan Handiko Bayuadi mengatakan, terdapat tiga kios dan lima los yang direnovasi secara total. Sementara dua kios lainnya tidak direnovasi total karena hanya terdampak sebagian.

“Target pengerjaan kurang lebih 1,5 bulan. Renovasi dilakukan sejak Senin kemarin,” paparnya, Kamis (13/6/2024).

Lebih lanjut pihaknya menjelaskan, anggaran bantuan tak terduga (BTT) yang disetujui untuk renovasi tersebut senilai Rp195 juta. Rinciannya, Rp185 untuk renovasi dan Rp10 juta sisanya untuk tenaga konsultan.

Baca Juga:  Sidak Gas Elpiji 3 Kg di Pamekasan, Pangkalan Beberkan Penyebab Kelangkaan

Pihaknya berharap, dengan adanya renovasi itu, pedagang bisa memaksimalkan kegiatan jual beli. Sebab menurutnya, selama ini aktivitas pedagang terganggu akibat kerusakan tersebut.

Sementara untuk pemeliharaan pasar secara umum, pihaknya akan kembali mengusulkannya di PAK. Sebab, pemeliharaan di pasar lainnya tidak teranggarkan tahun ini.

“Semoga ini bisa menunjang pedagang agar lebih maksimal berjualan,” tuturnya.

Handiko menambahkan, apabila penjualan pedagang di pasar maksimal, akan berpengaruh terhadap kelancaran retribusi. Sehingga, pendapatan asli (PAD) sektor pasar mengalami peningkatan.

Pihaknya meyakini, pada akhir Juni, capaian PAD akan tembus 50 persen, sebab saat ini sudah tercapai 39 persen dari target Rp4,5 miliar.

Baca Juga:  Temuan Sidak Pangkalan di Pamekasan: Usaha Laundry Gunakan Elpiji Subsidi

“Untuk retribusi ada peningkatan. Soal tunggakan retribusi sudah teratasi,” tutupnya.

Untuk diketahui, pada akhir bulan Maret lalu, Pasar Waru mengalami kebakaran yang diduga disebabkan korsleting listrik. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir kurang lebih mencapai Rp580 juta.

Pewarta: Safira Nur Laily

Redaktur: Miftahul Arifin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *