KABAR MADURA | Anggota Komisi II DPRD Sumenep Masdawi meminta program yang sudah dicanangkan oleh Dinas Ketenagakerjaan mengenai lowongan kerja untuk menekan angka pengangguran di Kota Keris tidak hanya formalitas. Program tersebut, yakni adanya aplikasi sistem informasi ketenagakerjaan atau Sisnaker.
Masdawi mengungkapkan bahwa dirinya mencermati, sejak adanya pendataan melalui aplikasi Sisnaker tidak ada perubahan. “Jadi program pendataan melalui Sisnaker itu jangan formalitas tetapi dioptimalkan,” katanya, Kamis (16/1/2025).
Mengenai hal itu, OPD terkait akan dievaluasi lagi berkenaan dengan kinerja pada 2024 lalu. Dia berharap, pada tahun ini kinerjanya akan lebih baik.
Sementara Kepala bidang (Kabid) Penempatan dan Perluasan Kesempatan Kerja (PPKK) Dinas Ketenagakerjaan Sumenep Eko Kurnia Mediantoro mengakui, hingga saat ini angka pengangguran rata-rata masih di atas 1000 orang, khusus yang menyandang sarjana.
“Kami ingin menekan dan meminimalisir angka itu dengan melakukan pendataan melalui aplikasi Sisnaker,” paparnya.
Dengan begitu, kata dia, bisa mengupayakan agar warga bisa terhubung dengan sejumlah perusahaan lokal, regional, bahkan hingga nasional.
Dijelaskan, pada 2024, sudah ada sebanyak 489 orang dari berbagai jenjang pendidikan tercatat sebagai pencari kerja (pencaker). Namun, tidak semuanya mendapatkan pekerjaan lantaran tidak sesuai dengan jenis pekerjaannya.
“Intinya kami terus menekan angka pengangguran agar tidak tinggi. Namun upaya tersebut terkadang gagal, pada 2025 ini, kami usahakan lagi agar banyak pengangguran yang dapat melamar pekerjaan itu,” paparnya. (Imd/Din)





