KABAR MADURA | Keberadaan Tugu Keris Arya Wiraraja di Desa Sendang, Kecamatan Pragaan, masih terus menuai sorotan kurang sedap, termasuk dari empu keris. Mereka menilai monumen keris itu tidak berdampak terhadap kesejahteraan empu keris.
Salah seorang empu keris di Sumenep Ika Arista mengungkapkan, kehadiran tugu keris yang diresmikan langsung oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon itu tidak berdampak terhadap kesejahteraan ekonomi sekitar 600 pengrajin keris di Sumenep.
“Jika untuk kepentingan pariwisata mungkin iya, tetapi dari sisi kebudayaan dan kesejahteraan bagi kami tidak ada,” ujar Empu Ika Arista kepada Kabar Madura, Senin (17/2/2025).
Kemudian, jika pun nanti akan dijadikan tempat stand penjualan keris, Empu Ika menganggap tidak akan terlalu berdampak pada pengrajin. Sebab, selama ini pengrajin sudah memasarkan sendiri, baik secara online maupun offline.
“Kalau ke UMKM mungkin iya, sebab ada standnya. Kalau ke empu, kami rasa tidak ada dampaknya,” tegasnya.
Dia juga menyoroti pemilihan lokasi tugu keris tersebut. Menurutnya, diletakkan di perbatasan Sumenep-Pamekasan itu hanya cenderung akan menimbun sejarah kebudayaan keris di Sumenep. Sebab, daerah itu bukan wilayah pengrajin keris.
Sejatinya, adanya tugu keris itu diharapkan bisa menjadi magnet baru bagi wisatawan yang akan berkunjung ke kabupaten paling timur Pulau Madura ini.
Pada waktu itu, Menteri Fadli Zon menjelaskan bahwa dengan konsep yang menarik, mulai dari area istirahat hingga spot foto yang estetik, Tugu Keris dapat menarik perhatian wisatawan, baik dari dalam maupun luar daerah.
“Ini harus menjadi magnet juga untuk wisatawan luar bisa berfoto-foto,” tutur Fadli Zon. (ara/zul)





