KABAR MADURA | Fenomena tanah bergerak di Kabupaten Pamekasan kembali terjadi. Tidak hanya melanda Desa Sana Daya, Kecamatan Pasean, peristiwa serupa juga dilaporkan terjadi di Desa Waru Timur, Kecamatan Waru, dalam beberapa hari terakhir.
Pergerakan tanah itu tepatnya terjadi di Dusun Du’umam dan mengakibatkan sejumlah bangunan warga terdampak. Kapolsek Waru AKP Zainulloh menyampaikan, akibat kejadian itu, dua rumah warga, satu musala, serta satu dapur mengalami kerusakan.
Meski demikian, dia memastikan kerusakan yang terjadi tidak tergolong parah dan bangunan masih aman untuk ditempati.
“Kerusakannya di bagian lantai saja, retak-retak. Jadi rumahnya aman ditempati. Fenomena ini pernah terjadi dulu, tapi dampaknya tidak ke rumah seperti sekarang,” jelasnya kepada Kabar Madura, Senin (26/1/2026).
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan Achmad Zainullah mengungkapkan, sejumlah wilayah di Pamekasan memang tergolong rawan longsor dan pergerakan tanah, termasuk kawasan tersebut.
Dia menjelaskan, fenomena itu umumnya dipicu oleh tingginya curah hujan yang tidak diimbangi dengan kondisi tanah yang stabil. Terlebih, di beberapa titik, tebing tidak ditopang oleh akar pohon yang kuat sehingga memicu pergerakan tanah hingga berpotensi longsor.
Sebagai langkah mitigasi, BPBD Pamekasan terus melakukan edukasi kepada masyarakat terkait upaya pencegahan serta mengimbau warga agar lebih memperhatikan struktur tanah sebelum melakukan pembangunan.
“Beberapa wilayah memang rawan (longsor). Seperti di Kecamatan Waru, Pasean, Pakong, Kadur, dan daerah perbukitan lainnya,” tambahnya. (nur/zul)





