KABAR MADURA | Hasil buruk pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur tahun 2025 menuai sorotan sejumlah pihak, termasuk oleh Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Sumenep.
Sejauh ini, Sumenep masih berada di klasemen 32 sementara dengan perolehan tiga emas, tiga perak, dan enam perunggu. Dari perolehan itu, masih mengantongi 24 poin.
Salah satu cabang olahraga (cabor) yang gagal total adalah badminton. Sekretaris KNPI Sumenep Nurul Amin menilai, karena sejak awal cabor tersebut sudah mendapat sorotan dan kontroversi.
Sebab, pemilihan yang akan diikutsertakan pada cabor badminton diduga sarat dengan nepotisme. Hal itulah salah satu yang dinilai jadi penyebab kegagalan cabor badminton.
“Sudah ada kontroversi sejak awal. Seakan tidak profesional dalam seleksi dan yang dipilih untuk diikutsertakan pada ajang Porprov 2025,” katanya.
Kadisbudporapar sekaligus Ketua PBSI Sumenep dinilai menjadi pihak yang paling bertanggung jawab, baik gagalnya meraih hasil maksimal pada Porprov Jatim 2025 dan hasil memalukan dari cabor badminton.
“Jelas, Kadisbudporapar harus bertanggungjawab. Ini bukan mengangkat Sumenep. Tapi hasil ini memalukan,” tandasnya.
Saat dimintai komentar mengenai hasil Porprov dan gagalnya cabor badminton, Iksan mengaku akan mengevaluasi menyeluruh. Menurutnya, pembinaan atlet tidak bisa hanya mengandalkan pelatih dan organisasi cabor saja.
“Harus ada peran serta orang tua, sekolah, dan tentu dukungan dari pemerintah. Kalau tidak, ya sulit bersaing,” ujarnya.
Mengenai kegagalan pada cabor badminton, Iksan mengaku timnya tidak mampu memberikan hasil maksimal, meski persiapan sudah dilakukan sejak Desember 2024.
“Kami gugur di nomor beregu, hanya mampu tembus 8 besar di perorangan. Ini menjadi bahan evaluasi penting ke depan,” katanya mengakui. (ara/ong)





