KABAR MADURA | Komunitas Jurnalis Pamekasan (KJP) membedah buku Demadurologi di Pendopo Ronggosukowati, Selasa (16/1/2024).
Kegiatan yang menggandeng Forum Komunikasi Mahasiswa (Forkam) Proppo itu, mendatangkan langsung Syaiful Anam selaku penulis buku.
Dalam sambutannya, Ketua KJP sekaligus ketua panitia Samhari menegaskan, bedah buku dan gelar budaya tersebut diharapkan menginspirasi para pemuda dalam penguatan literasi di Kabupaten Pamekasan.
“Ini buku unik. Kami cermati, sebagian besar isinya menjadi antitesa dari penulis tentang Madura yang cukup kesohor, yaitu Kuntowijoyo,” ujar Samhari.
Jurnalis TV tersebut menyatakan, karya Syaiful Anam cukup berbeda dengan para peneliti (etik atau outsider) yang menuliskan tentang kehidupan orang-orang Madura, baik dari perspektif sejarah, antropologi dan lain sebagainya.
“Seperti Kuntowijoyo menulis Madura berdasarkan kerja-kerja riset dokumen dengan kajian historiografi yang menggabungkan pelbagai pendekatan sosial,” ujarnya.
Dijelaskan, Demadurologi memberikan titik tekan pada subjek yang “mengalami” untuk berbicara, menulis, dan menyampaikan pandangannya.
Pewarta: Khoyrul Umam Syarif
Redaktur: Hairul Anam





