KABAR MADURA | Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menggelar halalbihalal dan rakor optimalisasi kepesertaan bagi Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) dan Lembaga Adat desa (LAD), Rabu (23/4/2025), di Ballroom Hotel Azana Pamekasan.
Momentum tersebut juga dimanfaatkan untuk menyerahkan santunan secara simbolis kepada 9 ahli waris perangkat desa yang menjadi peserta tapi sudah meninggal dunia.
Penyerahan dipimpin Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman, dilanjutkan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pamekasan Anita Ardhiana, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Pamekasan Kusairi, dan lainnya.
Kepala BPJS Ketenagakerjaan Pamekasan Anita Ardhiana menyampaikan, perangkat desa di Pamekasan mayoritas belum bergabung sebagai peserta, seperti pengurus RT, RW, BUMdes, BUMdesma, kader PKK, posyandu, linmas, karang taruna, termasuk pekerja rentan desa yang penghasilannya sangat rendah dengan resiko yang cukup tinggi
Halalbihalal dan rakor dengan camat, ikatan kepala desa (Ikasa) di setiap kecamatan itu diharapkan mampu mendorong bertambahnya kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Tujuannya, ketika mereka menjalankan tugas dari pemerintah desa (pemdes) bisa terjamin, seperti jaminan kecelakaan kerja (JKK), jaminan kematian (JKM), jaminan hari tua (JHT), jaminan pensiun (JP), dan jaminan kehilangan pekerjaan (JKP).
Anita menjelaskan, bertambahnya kepesertaan dari lingkup tersebut harus ada kerja sama dari semua pemangku kebijakan.
“Kalau dari ekosistem desa yang sudah terkaver yakni dari aparatur desa dan BPD di 178 desa kurang lebih ada 4.000 peserta,” imbuhnya.
Menurut Bupati Pamekasan KH. Kholilurrahman, kerja sama Pemkab Pamekasan dan BPJS Ketenagakerjaan bersifat simbiosis mutualisme. Dia mendukung bertambahnya cakupan kepesertaan agar bisa juga diikuti pemangku kebijakan lainnya.
“Kami berharap dengan agenda hari ini, yang masih belum menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan bisa tertarik. Saya yakin orang yang tidak bergabung sampai saat ini orang yang tidak tahu saja, dikira BPJS Ketenagakerjaan sama dengan yang lain. Padahal saya pikir ada yang lebih disitu,” terangnya. (rul/waw)





