KABAR MADURA | Universitas Madura (Unira) menggelar kegiatan halalbihalal keluarga besar civitas akademika yang dipusatkan di Gedung Laboratorium Bersama, Senin (13/4/2026). Kegiatan itu menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai spiritual sekaligus sosial di lingkungan kampus.
Rektor Unira Dr. Gazali menegaskan, halalbihalal tidak sekadar menjadi agenda seremonial tahunan. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan wujud nyata penerapan nilai-nilai ketakwaan, yang diawali dengan aksi kepedulian sosial berupa santunan kepada 25 anak yatim.
“Halalbihalal ini didahului dengan santunan anak yatim sebagai bentuk aplikasi nilai-nilai takwa, sebagaimana yang termaktub dalam Al-Qur’an Surah Ali Imran ayat 134,” ungkapnya, Senin (13/4/2026).
Dalam kesempatan itu, Rektor Gazali memaparkan tiga ciri orang bertakwa yang ingin ditanamkan kepada seluruh civitas akademika melalui momentum ini. Pertama, membiasakan diri berinfak baik dalam keadaan lapang maupun sempit. Kedua, mampu menahan amarah dalam berbagai situasi. Ketiga, memiliki sifat pemaaf dengan jiwa besar untuk memaafkan kesalahan orang lain.
Selain aspek spiritual, dia juga menekankan pentingnya halalbihalal sebagai sarana mempererat tali silaturahmi di lingkungan kampus. Kegiatan ini diharapkan mampu menciptakan suasana akademik yang harmonis bagi seluruh elemen, mulai dari dosen, tenaga kependidikan (tendik), hingga mahasiswa.
“Ini untuk mempererat tali silaturahmi dan menciptakan lingkungan akademik yang harmonis,” tambahnya.
Rektor Gazali mengungkapkan, Unira berkomitmen untuk terus menumbuhkan nilai kebersamaan sebagai pondasi utama dalam menjalankan tri dharma perguruan tinggi.
“Ini adalah sarana bagi kita semua untuk saling memaafkan. Dengan hati yang bersih, kita dapat membangun sinergi yang lebih kuat untuk kemajuan Universitas Madura ke depan,” tukasnya. (km96/zul)






