Hasil Pertanian Bawang Merah Rubaru Mampu Saingi Tembakau

News255 views

KABAR MADURA | Komitmen Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep tidak diragukan lagi. Ada banyak hal yang sudah dilakukan untuk mengembangkan lahan pertanian, potensi pertanian, dan inovasi pertanian.

Salah satu yang dilakukan oleh DKPP Sumenep adalah pengembangan bawang merah. Di mana, Sumenep memiliki sektor lahan pertanian dan potensi bawang merah.

Dilihat dari sisi potensi sektor pertanian, rata-rata masyarakat Sumenep menggantungkan dari pertanian. Banyak potensi yang dimiliki Sumenep, termasuk potensi agropolitan yang sangat bagus dan menjanjikan.

Jadi, untuk Sumenep, sektor pertanian masuk mata pencaharian utama, baik di daratan maupun di daerah kepulAuan. Hal inilah yang menjadikan DKPP Sumenep super sibuk dan terus berinovasi.

Bisa dilihat, berdasarkan data statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Sumenep di tahun 2021, kontributor terbesar produk domestik regional bruto (PDRB) yaitu 39,41% sebagai penghasil agropolitan terbesar dibanding sektor lainnya.

Bahkan, agropolitan di Sumenep mencapai 207.010 hektar, dengan jumlah produksi 828.814 ton. Hal ini merupakan potensi yang tidak main-main yang mendapatkan harus perhatian.

Bawang merah, adalah salah satu tanaman unggul yang dimiliki Sumenep. Bahkan, bawang merah memiliki varietas tersendiri, yakni bawang merah Rubaru.

Potensi ini tentu, sebagaimana disampaikan Kepala DKPP Sumenep Chainur Rasyid melalui Kepala Bidang (Kabid) Prasarana, Ervan Evandi, akan terus dikembangkan dengan melakukan inovasi untuk menopang potensi itu. Pengembangan tanaman bawang merah dilakukan, karena i bawang merah sangat berpotensi di Sumenep, utamanya varietas Rubaru itu sendiri.

“Tanaman bawang merah sangat cocok sebagai pengganti tanaman tembakau, karena hasil panennya tidak kalah dengan tembakau,” ungkapnya.

Dijelaskan Ervan, bahwa bawang merah yang semula hanya ditanam oleh para petani di Desa Basoka, Kecamatan Rubaru, kini secara perlahan para petani lain sudah banyak yang menanam.

Tidak hanya itu, bahkan hasil produksinya tidak kalah dengan desa penghasil bawang yang sebelumnya. Sehingga, pengembangan tanaman bawang merah terus dilakukan hingga menghasilkan bawang merah yang sangat berkualitas.

“Lahan sawah yang cocok ditanami bawang merah umumnya lahan yang tidak tergenang air,” katanya.

DKPP Sumenep tidak diam, pihaknya terus melakukan upaya-upaya untuk memaksimalkan potensi tersebut. Lalu, ada bantuan bibit dari pemerintah yang kemudian disambut baik dan dimaksimalkan.

“Ada bantuan bantuan bibit bawang merah dari pemerintah. Kami memaksimalkan dengan baik, kamu memberikan penyuluhan dan pendampingan, baik teknis atau bantuan stimulan,” paparnya.

Untuk tahun ini, lanjut Ervan, pihaknya juga memaksimalkan bantuan bibit bawang merah yang turun ke Sumenep, lalu didistribusikan ke dua Kecamatan, yakni Rubaru dan Pasongsongan.

Program bantuan bibit bawah merah ini sangat menopang keinginan daerah untuk memaksimalkan potensi bawang merah. Bantuan itu merupakan program Upland Project dari Kementerian Pertanian.

“Program itu sudah berjalan dan sedang berlangsung,” tutupnya.

Pewarta: Moh Razin

Redaktur: Fathor Rahman

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *