KABAR MADURA | Islamic Boarding School (IBS) Padepokan Kiyai Mudrikah Kembang Kuning (PKMKK), yang berlokasi di Dusun Sumber Desa Lancar, Kecamatan Larangan, Kabupaten Pamekasan terus mendapatkan perhatikan luar biasa dari berbagai pihak dan praktisi pendidikan di Indonesia.
Hal ini dibuktikan dengan banyaknya para praktisi dan para calon wali santri yang berkenan hadir ke IBS PKMKK yang berada di pelosok desa utk sekedar surve, observasi Lokasi tempat belajar yang ber-AC, Asrama yang representative, dengan fasilitas pembelajaran yang sangat memadai, masing-masing kelas di siapkan papan digital, satu santri disiapkan laptop.
Fasilitas mewah biaya sangat murah, santri hanya diminta membayar uang makan 10.000/hari makan tiga kali; membeli kitab kurang lebih 200rb/tahun, membeli seragam kurang lebih Rp700.000/sekali, membayar sewa Kasur-Ranjang Rp200 ribu/tahun, Asuransi Kesehatan Rp5 ribu/bulan, portofolio kegiatan Rp20 ribu/bulan.
Para pejabat kementerian yang pernah berkunjung ke IBSPKMKK, di antaranya, Dr. H. Moh Sidik Sisdiyanto, M.Pd, mantan Direktur KSKK Madrasah Kemenag RI, saat ini menjabat Kepala Pusat Penilaian Buku Agama, Lektur dan Literasi Keagamaan Badan Moderasi Beragama dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kemenag RI; Dr Sugio, M.Pd. Kabid Pendidikan Madrasah Kemenag Jatim; Dr, Papay Supriyatna, M.Pd. Kasubdit Sarpas Pendidikan Tinggi Islam Kemenag RI; Dr. Sahril Efendi, M.Pd, Ketua Tim Kurikulum dan Kesiswaan pada bidang Penma Kemenag Jatim, Dr. Sutirjo, M.Pd Kepala MAN 1 Kota Malang, Dr. Mawardi, M.Pd. Kankemenag Pamekasan, dan lain-lain.
Di samping itu, pada praktisi Pendidikan yang mengunjungi Islamic Boarding School (IBS) Padepokan Kiyai Mudrikah Kembang Kuning (PKMKK), Dr. Amril Muhammad, M.Pd. Universitas Negeri Jakarta, Prof. Dr. Nur Syam, M.Si. Mantan Sekretaris Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Woro Sumarni, Universitas Negeri Semarang, Msi. Prof Dr. Andi Asmawati, M.Pd, Universitas Negeri Makassar, Prof.Dr. Raharjo, M.Ed Universitas Islam Negeri Semarang, Dr. H. Muhammad Saleh, M.Ag, Institut Agama Islam Negeri Pare-Pare, Prof. Dr. Rugaiyah Yazid, M.Pd. Universitas Negeri Jakarta, Dr Zainal Arifin, M.Si. Universitas Negeri Sunan Kalijaga, Dr. Nur Arifin, M.Pd. Universitas Islam Negeri Banten, Dr. Fitri Budi Suryani, M.Pd. Universitas Muria Kudus dan lain-lain.
“Tahun 2025 ini kami hanya menerima santri sebanyak 87 orang. Santri IBS PKMKK tidak hanya berasal dari Madura dan Kepulauannya saja, namun berasal dari berbagai daerah, seperti Surabaya, Malang, batu, Sidoarjo, kediri, Kalimantan, bangka belitung dan Bali,” terang Direktur IBS PKMKK Dr. KH. Achmad Muhlis.
“Per Selasa, 29 Juli 2025 saja, santri inden yang akan datang yakni untuk tahun 2026 telah melampaui 50 orang yang mendaftar online melalui web resmi IBS PKMKK https://padepokankyaimudrikah.net/page/pendaftaran-inden-santri-islamic-boarding-school-padepokan-kyai-mudrikah-kembang-kuning, yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, seperti Surabaya, Malang, batu, Sidoarjo, kediri, Kalimantan, Bangka belitung dan Bali.
Di samping itu, santri untuk tahun 2027, 2028, 2029 bahkan 2030 telah ada yang inden untuk bisa masuk di IBS PKMKK, yakni anak SD/MI kelas 2,3,4, dan 5.
Munculnya minat dan euforia yang luar biasa ini, menunjukkan bahwa IBS PKMKK sudah mulai mendapatkan kepercayaan dan menyakini bahwa proses pembelajaran dan pembinaan karakter di IBS PKMKK mulai di pertimbangkan oleh banyak pihak karena fasilitas belajar lengkap, asrama nyaman dan biaya murah.
Sementara tahun ini kami menolak kurang lebih 80 orang dari berbagai wilayah di Indonesia, karena terbatasnya Asrama dan Fasilitas pembelajaran yang kami siapkan.
IBS PKMKK memastikan setiap anak yang mendaftar, hanya melakukan observasi dan melakukan wawancara dengan santri yang telah berproses di IBS PKMKK.
IBS PKMKK menyiapkan fasilitas yang memadai, mulai dari asrama yang nyaman dengan sirkulasi udara yang cukup agar anak tetap sehat, kamar mandi yang lebih dari cukup, ruang belajar ber-AC, fasilitas pembelajaran dengan teknologi modern seperti 175 unit laptop untuk santri, 2 unit Iceboard “papan digital”, 25 unit Smart TV, 20 unit kamera dengan berapa merk, WIFI 24 jam, konsumsi dengan asupan gizi yang cukup, tempat olahraga dan bermain, serta tempat ibadah.
IBS PKMKK memberikan kesempatan kepada semua tanpa memandang status ekonomi dengan tetap menyiapkan fasilitas yang memadai dan Istimewa terutama bagi Yatim, miskin, dan tetangga, walaupun daya tamping kami terbatas. Untuk Yatim tidak dikenai biaya uang makan yakni Rp.0.
Di beberapa tempat terutama di kota besar, banyak Pendidikan bagus dengan fasilitas mewah tapi sangat mahal, sehingga orang miskin dan anak yakin tidak bisa mendapatkan kesempatan yang sama untuk berproses pada Pendidikan yang berkualitas.
“Mohon sambungan doa, semoga IBS PKMKK tetap eksis dan tetap murah bukan murahan, dan terima kasih kepada semua pihak yang mempunyai komitmen dengan IBS PKMKK,” tegasnya. (rul/zul)





