Implementasi Ekoteologi, Jelajahi Potensi Lokal: Siswa IBS PKMKK Integrasikan 6 Mata Pelajaran Lewat Lorjuk

Pendidikan70 views

KABAR MADURA | Siswa Islamic Boarding School (IBS) PKMKK baru saja menggelar kegiatan Outing Class yang unik dan sarat ilmu pada Selasa (10/2/2026). Dengan mengambil lokasi di Pantai Jumiang dan Warung Tradisional Campur Lorjuk di Desa Mongging, Pademawu, para siswa tidak hanya sekadar berwisata, tetapi melakukan observasi mendalam terhadap Lorjuk (Kerang Bambu) sebagai aset lokal kebanggaan Madura.

Kegiatan ini merupakan bentuk implementasi pembelajaran kontekstual yang mengintegrasikan enam mata pelajaran sekaligus. Lorjuk dipilih sebagai objek utama karena memiliki nilai saintifik, ekonomis, hingga religius yang tinggi.

Satu Objek, Enam Perspektif Ilmu

Para siswa dibagi ke dalam kelompok kerja untuk menyelesaikan misi dari berbagai disiplin ilmu:

Biologi: Siswa terjun langsung mengamati morfologi lorjuk untuk menentukan klasifikasi ilmiah, ciri-ciri khusus, serta memahami peran ekologisnya di habitat pesisir.

Fisika: Di pesisir Pantai Jumiang, siswa menganalisis mekanika gerak lorjuk saat berada di air dan pasir, menerapkan hukum-hukum fisika dalam fenomena alam.

Ekonomi: Siswa berinteraksi dengan pedagang di Desa Mongging untuk menghitung nilai ekonomis dan potensi pasar Campur Lorjuk sebagai penggerak ekonomi lokal.

PPKn: Fokus pada penguatan profil pelajar Pancasila, siswa mengkaji Campur Lorjuk sebagai bagian dari keanekaragaman hayati dan kekayaan budaya kuliner yang harus dilestarikan.

Bahasa Inggris: Mengasah kemampuan komunikasi, siswa menyusun dan mempresentasikan Procedure Text mengenai langkah-langkah mengolah Campur Lorjuk secara apik.

Baca Juga:  Temu Wali Santri sebagai Kontrak Sosial-Spiritual Pendidikan: Sinergi Guru, Orang Tua, dan Masyarakat dalam Membentuk Generasi

Agama: Melakukan studi literatur dan diskusi mengenai status hukum (halal/haram) mengonsumsi kerang bambu berdasarkan kaidah fiqih, guna memberikan ketenangan bagi konsumen Muslim.

“Kegiatan ini mengajarkan kami bahwa ilmu pengetahuan tidak berdiri sendiri. Dari satu piring Campur Lorjuk, kita bisa belajar tentang Tuhan, alam, hingga strategi bertahan hidup secara ekonomi,” ujar Meilina Tri Purwani, salah satu guru pendamping kegiatan.

Melalui outing class ini, IBS PKMKK berharap siswa dapat lebih mencintai kearifan lokal sekaligus memiliki nalar kritis dalam menghubungkan teori di kelas dengan realitas di lapangan. (rul/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *