KABAR MADURA | Madura United mulai menunjukkan tanda kebangkitan. Laskar Sape Kerrab sukses meraih dua kemenangan beruntun dalam laga terakhir, masing-masing menang 2-1 atas Persik Kediri di Stadion Gelora Bangkalan (SGB) dan menaklukkan Persebaya Surabaya dengan skor serupa di hadapan pendukung sendiri.
Hasil itu tentu menjadi suntikan kepercayaan diri bagi Lulinha dan kawan-kawan setelah sebelumnya sempat mengalami paceklik kemenangan dalam 11 pertandingan.
Meski sudah kembali ke tren positif, posisi Madura United di klasemen Super League 2025/2026 masih belum sepenuhnya aman dari ancaman degradasi. Dengan situasi itu, fokus dan konsistensi menjadi hal yang tidak bisa ditawar dalam sisa musim.
Caretaker Pelatih Madura United Rakhmad Basuki menegaskan, timnya tidak boleh terlena dengan hasil yang diraih. Dia meminta para pemain untuk tetap fokus pada performa tim sendiri tanpa memikirkan hasil pertandingan tim lain.
“Kami harus fokus pada diri sendiri, fokus pada target bahwa kami ingin bermain baik sampai musim selesai. Saya juga bilang ke pemain bahwa kami tidak tahu seperti apa hasil akhir dari Madura United di liga ini,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Pelatih yang akrab disapa Coach RB itu juga mengingatkan bahwa timnya masih membutuhkan tambahan poin untuk benar-benar menjauh dari zona degradasi. Sebab itu, dia menekankan pentingnya menjaga mentalitas bertanding hingga laga benar-benar usai.
“Tugas kami hanya bertarung, berusaha, dan tidak kehilangan poin. Spirit kami adalah tidak mau kalah sampai peluit akhir berbunyi. Mudah-mudahan kami bisa terus improve dan bisa menyelesaikan musim ini dengan baik,” tegasnya.
Dengan enam pertandingan tersisa, Madura United dituntut mampu menjaga konsistensi demi mengamankan posisi di kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim depan. Saat ini, Madura United berada di peringkat ke-16 dengan koleksi 26 poin, baru saja digeser Persis Solo yang menang 2-1 dari Bhayangkara FC. (nur/zul)






