KABAR MADURA | Jelang Iduladha 2025, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan belum menjadwalkan pemeriksaan kesehatan hewan. Pasalnya masih menunggu informasi lebih lanjut dari penampung hewan kurban. Bahkan sampai saat ini, DKPP Pamekasan belum mengetahui berapa jumlah penampung yang ada di wilayah kerjanya.
“Kalau mengaca pada tahun-tahun sebelumnya, jumlah penampung hewan kurban itu ada sekitar 11 sampai 22 orang,” kata Kepala Bidang (Kabid) kesehatan hewan DKPP Pamekasan Slamet Budiharsono, Selasa (29/4/2025).
Menurutnya, ada dua jenis sasaran pemantauan dan pemeriksaan kesehatan hewan kurban, yaitu pemantauan terhadap kesehatan hewan ternak milik penampung hewan serta hewan yang diperjualbelikan di pasar-pasar tradisional.
Karena itu, kata Slamet, nantinya, DKPP Pamekasan akan menugaskan petugas paramedik veteriner untuk melakukan pemeriksaan kesehatan hewan di sejumlah lapak penjualan atau perdagangan ternak sapi, domba dan kambing.
“Saya lupa jumlah pasar yang melakukan transaksi itu. Namun, pastinya kami akan melakukan pemeriksaan dari dua sumber itu,” imbuhnya.
Meskipun demikian, pihaknya memastikan kesehatan hewan kurban yang tersedia di Pamekasan tetap dalam kondisi aman dikonsumsi. Sebab, mayoritas hewan kurban dipasok dari peternak lokal. Sehingga, lebih mudah dalam pengawasan kesehatannya.
Selain itu, Slamet juga mengimbau agar masyarakat segera melaporkan jika menemukan hewan yang sakit namun tetap dijual sebagai hewan kurban. Pelaporan bisa dilakukan melalui pemerintah desa maupun datang langsung ke kantor DKPP Pamekasan. Selain itu, masyarakat diminta agar tidak mengonsumsi hewan yang terjangkit penyakit.
“Untuk pemeriksaan di pasar hewan, biasanya kami lakukan antara tiga dan dua pekan sebelum lebaran. Dan biasanya tidak ditemukan adanya penyakit berat, kecuali hanya penyakit mata,” pungkasnya. (km62/din)





