Jelang Iduladha, Harga Cabai dan Bawang di Pamekasan Naik, Daging Sapi Justru Turun

Ekonomi73 views

KABAR MADURA | Menjelang hari raya Iduladha 1447 H, fluktuasi harga sejumlah komoditas bahan pokok di pasar tradisiona Pamekasan mulai terasa. Berdasarkan pantauan di lapangan, sejumlah komoditas mengalami kenaikan, sementara beberapa lainnya justru menunjukkan penurunan.

Di Pasar Kolpajung Pamekasan, pedagang mulai mencatat perubahan harga pada komoditas bumbu dapur. Wiwik, salah seorang pedagang di pasar tersebut, menyampaikan bahwa harga bawang merah kini berada di kisaran Rp42.000 per kilogram dan cabai mencapai Rp65.000 per kilogram.

“Harga barang sudah mulai naik. Bawang merah sekarang Rp42.000, sedangkan cabai naik menjadi Rp65.000 per kilonya dari harga awal Rp40.000,” ujar Wiwik, Senin (4/5/2026).

Menanggapi permasalahan di pasar tersebut, Plt. Kepala Bidang Perdagangan Abdurrahman Nahrul, melalui Analisis Perdagangan Ahli Pertama, Rifa Silviani, menyatakan bahwa pihaknya terus memantau secara intensif. Silviani juga menjelaskan bahwa kenaikan harga dipicu oleh faktor cuaca yang kurang mendukung kegiatan produksi.

“Memang yang mengalami kenaikan harga adalah komoditas palawija, yang produksinya sangat bergantung pada cuaca, seperti cabai dan bawang merah. Namun, kami pastikan stok tetap aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat Pamekasan,” ungkapnya.

Berdasarkan data laporan resmi dari tim pemantau di pasar hari ini (4/5/2026), terdapat tiga komoditas yang mengalami kenaikan harga, yaitu cabai rawit merah, yang naik menjadi Rp60.000 per kilogram, bawang merah naik menjadi Rp45.000, dan daging ayam broiler yang naik menjadi Rp40.000 per kilogram.

Namun sebaliknya, ada dua komoditas yang mengalami penurunan harga, yakni telur ayam yang kini berada di kisaran Rp25.000–Rp26.000 per kilogram, serta bawang putih yang turun menjadi Rp30.000–Rp31.000 per kilogram, dan khusus untuk daging sapi, harganya cenderung mengalami penurunan menjelang Iduladha.

“Daging sapi turun dari Rp130.000 menjadi Rp125.000, bahkan ada pedagang yang menjual di harga Rp120.000 per kilogram. Ini normal karena memang kecenderungan harga daging sapi justru turun saat mendekati Idul Adha,” jelasnya.

Baca Juga:  UNIBA Madura Gelar PEKSIMA Perdana 2026, Wadah Bakat Seni Mahasiswa

Selain itu Silviani juga menegaskan bahwa kenaikan harga komoditas lain seperti daging ayam juga dipengaruhi oleh tingginya permintaan dari daerah pemasok di Pulau Jawa, di mana banyak stok terserap untuk kebutuhan lain seperti program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Pihaknya memastikan bahwa selama fluktuasi atau pemantauan harga masih dalam batas wajar, maka dari itu, akan terus menjalankan fungsi monitoring. Namun, jika harga melonjak drastis hingga di atas Rp100.000, Pemkab Pamekasan akan segera berkoordinasi dengan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk mengambil langkah antisipasi.

“Sementara ini langkah yang kami lakukan adalah terus memantau fluktuasi harga di pasar-pasar pantauan. Selama belum ada lonjakan yang ekstrem, kami pastikan situasi masih terkendali,” pungkasnya. (km96/waw)

 

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *