KABAR MADURA | Selama tahun 2023, kebakaran di Pamekasan tercatat sebanyak 200 kejadian. Semuanya terjadi di musim kemarau. Bahkan, jumlah tersebut melebihi prediksi pemadam kebakaran tahun 2023 yang diperkirakan hanya berjumlah 40 hingga 50 kejadian.
“Sejauh ini data yang sudah kami input berjumlah 193 kasus sejak Januari hingga November, sedangkan Desember ada 7 kasus kebakaran yang sudah ditangani dan masih dalam proses input,” ungkap Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol-PP dan Damkar) Misyanto Kepada Kabar Madura.
Jika mengaca pada tahun 2022 lalu, jelas Misyanto, musim kemarau tahun 2023 sangat berbeda. Hal itu dibuktikan dengan durasi waktu musim kemarau yang cukup lama. Berdasarkan hal itu, pihaknya menyebut, salah satu faktor yang menjadi sebab kebakaran yaitu musim kemarau berkepanjangan yang mengakibatkan kekeringan di lokasi tertentu.
Kebakaran tersebut sering terjadi di lahan kosong yang berdekatan dengan pemukiman penduduk serta di tepi sungai yang airnya sudah mulai mengering. Meskipun demikian, kasus kebakaran tersebut diakui sudah selesai diatasi dengan baik oleh pemadam kebakaran yang berjumlah 35 orang petugas.
“Sejauh ini kami sudah membentuk 3 regu petugas khusus pemadam kebakaran dari jumlah keseluruhan yang berkisar 35 orang,” imbuhnya.
Senada dengan hal itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Pamekasan Akhmad Dhofir Rosidi membenarkan bahwa musim kemarau yang terjadi pada tahun 2023 memang sangat berbeda dengan tahun sebelumnya, hal itu disebabkan dampak el -nino yang juga menimpa Pamekasan.
“Pada tahun sebelumnya musim kemarau berjalan seperti biasa yakni normal, berbeda dengan tahun 2023 lalu yang tertimpa el-nino, sehingga mengakibatkan musim kemarau berkepanjangan,” tegasnya.
Pewarta: Moh. Farid
Redaktur: Wawan A. Husna





