Kapolda Jatim Datang, Konferensi Pers Kokain 27,83 kilogram di Sumenep “Raib”

Berita, Headline105 views

(KM/Moh. Razin) URUNG: Suasana rencana pres rilis tentang kokain di Polres Sumenep batal digelar tanpa alasan yang jelas.

KABAR MADURA | Kinerja komunikasi publik aparat kepolisian kembali dipertanyakan. Konferensi pers pengungkapan temuan 27,83 kilogram kokain di pesisir Giligenting yang digelar Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur, Selasa (14/4/2026), di Mapolres Sumenep justru urung begitu saja.

Tanpa penjelasan yang masuk akal, konferensi pers tentang kokain 27,83 kilogram tidak jelas dan berujung kekecewaan bagi para jurnalis karena menungggu lebih dari tiga jam.

Agenda yang semestinya berlangsung di Aula Sanika Satyawada Polres Sumenep itu molor hingga lebih dari tiga jam tanpa kejelasan. Hingga pukul 13.10 WIB, konferensi pers yang dinantikan tidak kunjung dimulai. Padahal, berbagai persiapan, termasuk banner bertuliskan kegiatan konferensi pers, telah terpasang rapi di lokasi.

Berdasarkan pantauan, Kapolda Jatim Nanang Avianto tiba di Bandara Trunojoyo Sumenep sekitar pukul 09.20 WIB menggunakan helikopter bersama rombongan. Kedatangannya bahkan telah diumumkan secara resmi oleh pihak Humas Polres Sumenep.

“Kapolda Jatim sudah tiba di Bandara Trunojoyo, silahkan merapat ke Aula Sanika Satyawada Polres Sumenep,” tulis Plt Kasi Humas Polres Sumenep, Kompol Widiarti S, dalam grup WhatsApp Mitra Humas.

Namun, realitas di lapangan berkata lain. Hingga pukul 13.30 WIB, tidak ada tanda-tanda konferensi pers akan digelar. Ironisnya, Kapolda Jatim justru meninggalkan lokasi tanpa memberikan keterangan apa pun kepada awak media yang telah menunggu sejak pagi.

Sikap ini menuai kritik tajam. Pasalnya, transparansi informasi terkait kasus narkotika berskala besar seperti ini dinilai sangat penting bagi publik. Ketidakhadiran penjelasan resmi justru memunculkan tanda tanya besar terkait keseriusan aparat dalam menyampaikan informasi.

Kapolres Sumenep Anang Hardiyanto mencoba memberikan klarifikasi. Dia berdalih bahwa kedatangan Kapolda bukan untuk agenda konferensi pers, melainkan kunjungan kerja.

Baca Juga:  KI Sumenep-UNIBA Madura Kerja Sama Keterbukaan Informasi Publik

“Karena tujuannya bukan itu, ada hal lain terkait pekerjaan,” ujarnya.

Terkait barang bukti, dia menyebutkan bahwa kokain tersebut telah dibawa untuk keperluan uji laboratorium. Namun, pernyataan ini dinilai belum cukup menjawab alasan pembatalan konferensi pers yang sebelumnya telah diumumkan secara resmi.

Kondisi ini memunculkan kesan lemahnya koordinasi internal antara Polres Sumenep dan Polda Jatim. Lebih jauh, publik pun mempertanyakan komitmen aparat dalam menjunjung keterbukaan informasi, terutama dalam kasus besar yang menjadi perhatian luas.

Ketiadaan penjelasan yang jelas serta perubahan agenda secara mendadak tanpa komunikasi yang memadai dinilai mencederai kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi lanjutan dari Polda Jatim terkait batalnya konferensi pers tersebut.

“Kok bisa seperti ini, setidaknya valid koordinasinya,” ujar Veros salah satu perwakilan jurnalis di Sumenep. (ara/ong)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *