Kawal Krisis Ekologis, PPMI DK Madura Luncurkan Investigasi “Jejak Hijau Bumi Madura”

Berita87 views

KABAR MADURA | Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Dewan Kota (DK) Madura resmi meluncurkan proyek investigasi kolaboratif bertajuk “Jejak Hijau Bumi Madura”. Inisiatif ini menjadi langkah strategis pers mahasiswa dalam merespons krisis ekologis yang kian mengkhawatirkan di empat kabupaten di Madura, yakni Bangkalan, Sampang, Pamekasan, dan Sumenep.

Peluncuran proyek itu ditandai dengan kegiatan Sekolah Investigasi bertema “Investigasi dan Menulis sebagai Jiwa Pers Mahasiswa” yang digelar di UIN Madura, Rabu (11/02/2026). Kegiatan ini menjadi ruang pembekalan bagi jurnalis mahasiswa dari berbagai kampus se-Madura untuk memperdalam keterampilan investigatif.

Dalam forum itu, peserta mendapatkan materi tentang data mining, penelusuran dokumen perizinan, hingga teknik investigasi lapangan yang difokuskan pada isu-isu lingkungan hidup. Pembekalan ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas pers mahasiswa dalam menghasilkan laporan mendalam (indepth reporting) yang akurat dan berbasis data.

Baca Juga:  Pimpin Apel Kesiapan Pengamanan Malam Takbiran Idulfitri, Kapolres Pamekasan Ingatkan Pentingnya Sinergi Berbagai Pihak

Sekretaris Jenderal PPMI DK Madura Shoumi Shafira menegaskan pentingnya peran pers mahasiswa dalam membongkar berbagai persoalan ekologis yang selama ini luput dari perhatian publik.

“Fokus utama investigasi kami adalah tentang isu lingkungan di setiap kabupaten daerah Madura. Dilihat secara kasat mata saja, isu lingkungan itu sudah terlalu mengakar, sehingga sangat perlu untuk adanya pengawalan intensif dan serius dalam hal ini,” tegas Shafira, Jumat (13/2/2026).

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Melalui proyek “Jejak Hijau Bumi Madura”, PPMI DK Madura akan menggerakkan jaringan lembaga pers mahasiswa (LPM) di seluruh wilayah untuk melakukan peliputan mendalam sesuai konteks persoalan di daerah masing-masing. Seluruh hasil investigasi nantinya akan dipublikasikan secara kolektif sebagai bentuk kontrol sosial sekaligus dorongan terhadap lahirnya solusi konkret dan perubahan kebijakan, baik di tingkat daerah maupun nasional.

Baca Juga:  Jelang Tahun Ajaran Baru, Penentuan Lahan Sekolah Rakyat di Pamekasan Belum Final

PPMI DK Madura menilai, tanpa pengawasan ketat dari pers mahasiswa sebagai instrumen kontrol sosial, kerusakan lingkungan di Pulau Madura berpotensi terus berlanjut dan membawa dampak serius bagi generasi mendatang.

“Melalui kolaborasi ini, kami ingin memastikan bahwa suara lingkungan tetap terdengar dan menjadi perhatian bersama,” tukas Shafira. (nur/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *