KBS Serahkan Mushaf Al-Qur’an ke Pesantren Tahfizh Al Usymuni, Mengalirkan Cahaya di Jalan Para Penghafal

KABAR MADURA | Di tengah kesibukan dan gemuruh kehidupan modern, masih ada sekelompok orang yang memilih bergerak diam-diam, tanpa sorotan kamera, tanpa gembar-gembor media, namun dengan dampak yang tidak bisa dianggap kecil. Salah satunya adalah komunitas sosial Kita Berbagi Sumenep (KBS), yang pada Rabu, 30 Juli 2025, menyambangi Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Al Usymuni di Desa Batuan, Kecamatan Batuan, yang menjadi rumah bagi puluhan santri muda penghafal Al-Qur’an.

MOH.RAZIN, SUMENEP

Pesantren Tahfizh Al-Qur’an Al Usymuni merupakan sebuah lembaga pendidikan agama di Desa Batuan, Kecamatan Batuan, yang menjadi rumah bagi puluhan santri muda penghafal Al-Qur’an.

Bukan untuk meresmikan bangunan, bukan pula membawa dana besar, tetapi mengantarkan sesuatu yang lebih dari sekadar simbol mushaf-mushaf Al-Qur’an, kitab suci yang sedang mereka upayakan untuk dihafal, diresapi, dan dijadikan pegangan hidup.

Dalam balutan kesederhanaan, prosesi penyaluran mushaf itu berlangsung penuh makna. Tidak ada panggung megah dan tanpa pengeras suara, hanya deretan wajah santri yang memancarkan semangat dan rasa syukur, menyambut kedatangan relawan KBS yang dipimpin langsung oleh Ketua KBS Akhmad Sahruddin.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

“Kami tidak membawa banyak, tapi kami datang dengan niat besar: untuk mendukung mereka yang sedang berjuang di jalan Allah,” ujar Akhmad saat menyerahkan mushaf kepada pengasuh  pesantren itu.

Akhmad melanjutkan, penyerahan mushaf ini bukan sekadar bantuan fisik. Lebih dari itu, ini adalah bentuk dukungan moral kepada para santri yang tengah menghafal Al-Qur’an di tengah keterbatasan namun dengan semangat yang tidak terbatas.

“Kami percaya, Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tapi untuk dijadikan pedoman hidup. Maka tugas kita bersama adalah memastikan para penghafal ini memiliki akses yang layak untuk mempelajarinya,” lanjutnya.

Bagi para pengurus dan santri Tahfizh Al Usymuni, kedatangan KBS terasa seperti angin segar. Di balik setiap mushaf yang dibawa, mereka melihat sesuatu yang lebih dalam: perhatian, cinta, dan rasa hormat atas perjuangan mereka.

“Ini bukan sekadar kitab suci. Ini adalah bentuk pengakuan atas perjuangan para santri kami. Ketika mereka tahu ada orang-orang di luar sana yang peduli, semangat mereka langsung berlipat ganda,” ujar salah satu pengurus pesantren, dengan mata yang berkaca-kaca.

Tidak hanya menyerahkan mushaf, para relawan KBS juga menyempatkan diri untuk berdialog, bercengkrama, dan menyampaikan motivasi kepada para santri. Di tengah tawa kecil dan obrolan hangat, lahir suasana yang akrab seperti keluarga yang telah lama saling mengenal.

Program berbagi Al-Qur’an ini, kata Akhmad, adalah bagian dari agenda berkelanjutan yang diusung KBS. Komunitas ini memang dikenal aktif dalam berbagai kegiatan sosial, dari bantuan kemanusiaan hingga pendidikan keagamaan. Fokus utamanya adalah memperluas dampak sosial berbasis nilai-nilai Islam.

“Sejak awal, kami percaya bahwa perubahan besar dimulai dari langkah kecil yang konsisten. Maka kami berkomitmen untuk terus bergerak, terutama dalam memperkuat literasi Al-Qur’an di kalangan santri dan masyarakat umum,” jelasnya. (waw)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *