Kenali Kelainan Anus, Ini Penjelasan Dokter RSUD SMart Pamekasan

Kesehatan11,932 views

KABAR MADURA | Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Slamet Martodirdjo (SMart) Pamekasan kini memiliki layanan khusus untuk menangani kasus-kasus bedah pada anak. Layanan tersebut untuk memberikan penanganan medis bagi pasien dari bayi baru lahir hingga usia di bawah 18 tahun.

Dokter Spesialis Bedah Anak RSUD SMart Pamekasan dr. Eva Puspitasari mengatakan, layanan bedah anak memiliki karakteristik tersendiri. Pasalnya, kondisi tubuh anak berbeda dengan orang dewasa.

“Anak-anak itu bukan miniatur orang dewasa. Struktur tubuh, fungsi organ, dan kondisi psikologisnya berbeda. Karena itu, pendekatan medis dan terapinya juga harus berbeda,” ujarnya, Kamis (6/11/2025).

Biasanya, lanjut dr. Eva, penyakit yang kerap kali ada pada anak-anak adalah kelainan bawaan lahir atau kongenital, infeksi, tumor, hingga trauma pada anak, seperti akibat kecelakaan. Menurutnya, kelainan bawaan lahir pada bayi disebabkan oleh multifaktor.

Baca Juga:  Jaga Tradisi ‘Per-Peran’ Warga Pesisir Tetap Kondusif, Polres Pamekasan Terjunkan Personel Amankan Jalur

Seperti kelainan anus dengan jenis yang berbeda, mulai dari tidak ada lubang anus atau adanya lubang yang menyerupai anus. Meski tidak jelas penyebabnya, kelainan anus tersebut disebabkan banyak hal.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Namun yang pasti terjadi, ada perkembangan yang terhambat. Sehingga menyebabkan sumbatan dan BAB tidak lancar. Padahal, BAB pada bayi baru lahir, merupakan salah satu bagian dari indikator bayi tersebut sehat atau tidak.

Penanganan terhadap kelainan anus ini harus dilakukan melalui operasi atau pembedahan. Namun dalam eksekusinya, tetap mengacu pada tingkat kelainan yang diderita.

Baca Juga:  Lawan Kebiasaan Buang Sampah ke Sungai, Pemuda Bujur Timur Pasang Baliho Peringatan

“Kalau operasi yang satu tahap, dibuatkan anus langsung satu kali. Tapi misal ada kelainan anus lain, dia dioperasi tiga tahap. Pertama, dibuatkan lubang BAB di perut (stoma), lalu beberapa bulan kemudian, kita buatkan lubang anus. Jika anusnya sudah sesuai, operasi selanjutnya menutup lubang stoma yang di perut,” tutupnya. (nur/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *