KABAR MADURA | Pembangunan gerai Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di ratusan desa di Bangkalan masih menghadapi kendala utama pada ketersediaan lahan.
Sesuai regulasi yang berlaku, lahan yang dapat digunakan untuk pembangunan gerai KDKMP harus berasal dari tanah kas desa (TKD). Namun, sebagian besar lahan aset desa yang tersedia dinilai kurang strategis untuk mendukung operasional gerai.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Bangkalan Abdul Azis mengatakan, selain lokasi yang kurang strategis, persoalan lain juga berkaitan dengan akses jalan menuju lahan yang belum memadai.
“Saat ini kendalanya ada di lahan, karena rata-rata lahan yang tersedia kurang sesuai dengan kebutuhan KDKMP,” ujarnya kepada Kabar Madura, Rabu (1/4/2026).
Berdasarkan jumlah desa dan kelurahan, di Bangkalan direncanakan terdapat 281 gerai KDKMP. Namun hingga saat ini, baru 91 gerai yang berhasil dibangun. Artinya, masih terdapat 190 desa yang belum memiliki gerai.
“Jadi total yang belum terbangun karena terkendala lahan mencapai 190 gedung,” tegasnya.
Azis menyebutkan, terdapat beberapa solusi yang dapat ditempuh untuk mengatasi kendala tersebut. Di antaranya dengan membuka atau membangun akses jalan menuju lokasi lahan, atau melakukan tukar guling tanah aset desa dengan lahan milik warga yang bersedia.
“Solusinya antara dibangun akses jalannya atau ditukar dengan tanah warga yang mau,” tukasnya. (fik/zul)





