KABAR MADURA | Program makan bergizi gratis (MBG) di Kabupaten Sumenep hingga saat ini terus dilakukan oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kegiatan yang dimulai sejak Senin (13/1/2025) itu menyasar siswa dari tingkat PAUD hingga SMA.
Kepala SPPG Sumenep Moh. Khalilurrahman mengklaim bahwa menu makanan bergizi gratis yang disajikan sudah sesuai standar gizi. “Makanan disiapkan dan didistribusikan langsung dari dapur umum Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kota Sumenep,” katanya, Rabu (15/1/2025).
Menurutnya, MBG yang disajikan sudah memenuhi standar gizi, yang berupa nasi, sayur, telur, tempe, dan buah serta susu. “Tidak semua sekolah maupun siswa di Sumenep yang mendapatkan MBG, karena keterbatasan tenaga dan lainnya. Bisa saja nanti ada penambahan lagi,” ucapnya.
Pengawasannya, kata dia, dilakukan setiap hari, dan setiap menu yang dibagikan telah diawasi oleh ahli gizi. Selain itu, tim dapur sehat juga terdiri dari orang berpendidikan minimal strata 1 (S1) yang dibekali petunjuk teknis penyajian menu makanan. “Jadi tidak diragukan lagi standar gizinya,” paparnya.
Hal senada disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep drg. Ellya Fardasah, MBG sudah memenuhi standar gizi. Program ini tidak hanya untuk bagaimana siswa makan makanan bergizi, tetapi menekankan pada kebersamaan dan diharapkan menjadi siswa yang berkualitas.
“Ya MBG itu sudah sesuai standar gizi,” tegas dia.
Salah satu siswa di Sumenep Anwari mengaku senang dengan adanya MBG. Menurutnya, dengan MBG, bisa makan bersama-sama. Dengan program ini, dirinya mengakui semakin semangat untuk rajin masuk sekolah.
“Saya semakin bersemangat untuk ke sekolah karena mendapatkan asupan makanan yang cukup,” ucapnya.
Diketahui, Program tersebut menyasar 2.965 pelajar. Ribuan peserta didik tersebut tersebar di 18 lembaga sekolah. (Imd/Din)





