KABAR MADURA | Nasib nahas menimpa Ahmad Nurdin (50), seorang guru SMA Putra Bansa Arjasa, yang juga mengajar di SMPN 4 Arjasa. Dia menjadi korban pengancaman dan tindak kekerasan oleh AQ (19) seorang pemuda asal Pajananggar.
Salah satu guru di Arjasa Mohammad mengatakan, insiden itu terjadi di di Desa Pajanangger Kecamatan Arjasa, Pulau Kangeyan pada Senin (13/1/2025).
“Dia (Ahmad Nurdin) guru tidak tetap (GTT) di Sekolah Menengah Pertama Negeri SMPN 4 Arjasa. Dia juga mengajar Sekolah Menengah Atas (SMA) Putra Bangsa Arjasa,” katanya, Rabu, (15/1/2025).
Menurutnya, Ahmad Nurdin merupakan guru yang baik dan tekun. Dirinya mengaku turut prihatin atas insiden yang menimpa guru honorer tersebut.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Jawa Timur Wilayah Sumenep Budi Sulistyo mengatakan, atas insiden itu, pihaknya mengaku akan segera mengevaluasi semua guru di SMA/SMK di Kota Keris, bahwa mengajarkan pendidikan karakter terhadap siswa itu penting. Sehingga perilaku sebagaimana yang dialami guru honorer itu tidak terjadi lagi.
“Pendidikan Karakter itu perlu diutamakan,” ujarnya.
Sementara itu, Plt Kasihumas Polres Sumenep AKP Widiarti Setyoningtyas mengatakan, saat ini pelaku sudah ditahan. Kasusnya akan terus didalami, khawatir ada keterlibatan orang lain dalam kasus itu. “Saat ini masih didalami dan akan terus dikawal,” tegas dia.
Dijelaskan, pelaku AQ (19), terancam hukuman 10 tahun penjara imbas perbuatannya, yang mengancam korban dengan senjata tajam dan membakar sepeda motornya.
Diketahui, peristiwa itu terjadi, bermula dari sambutan Ahmad Nurdin yang menjadi pembina upacara di sekolahnya. Dalam sambutannya, Nurdin menyampaikan pesan kepada para siswa agar tidak berani kepada orang tua, terlebih sampai mengancam untuk membunuh. AQ tidak terima atas sambutan itu, padahal sambutannya dikatakan secara umum. (Imd/Din)





