Ketua Komisi IV DPRD Sampang Desak Pemkab Lakukan Terobosan Percepat Peningkatan IPM

News, Pendidikan265 views

KABAR MADURA | Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Sampang hanya mengalami pertumbuhan 0,79 % dalam dua tahun terakhir. Atas dasar itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sampang mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sampang menggalakkan program terobosan.

Ketua Komisi IV DPRD Sampang Mahfud mengatakan, hingga saat ini, belum ada program terobosan yang dilakukan Pemkab Sampang untuk meningkatkan IPM. Karenanya, pihaknya mendesak, agar pemerintah betul-betul menindaklanjuti pengeluaran penggunaan APBD sebesar 20 persen untuk pendidikan di luar gaji para guru.

Dikatakannya, ke depan, Pemkab Sampang harus realistis dan lebih serius dalam penyelenggaraan pendidikan di Bumi Bahari. “Jadi, jangan sampai agendanya hanya acara formalitas saja,” katanya, Minggu (4/5/2025).

Baca Juga:  Peringati Hari Lahir Pancasila 2026, Bupati Sampang Ajak Warga Perkuat Persatuan dan Tolak Intoleransi

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menerangkan, dalam setiap momentum, pihaknya mengaku sudah sering mengatakan dan mengingatkan pihak Disdik Sampang, salah satu tugas dari disdik itu, berkenaan dengan teknis dan pembinaan, baik kepada yayasan maupun kepada tenaga pengajar. Maka, dalam menjalankan tugas itu tidak boleh setengah-setengah.

“Kami menekankan, apabila ada yayasan atau tenaga pengajar yang tidak layak, harus dicoret dengan tanda kuning. Karena, itu menyangkut kredibilitas pendidikan masyarakat Sampang,” terangnya.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

Mahfud mengungkapkan, dalam penyelenggaraan pendidikan, hal-hal yang berkaitan dengan unsur politik praktis harus dijauhkan. Jika ada tenaga pengajar yang tidak layak secara kapabilitas dan kompetensi, harus di coret. Karena nantinya, siswa sama saja tidak sekolah, hasilnya nol.

Baca Juga:  Pengurus MUI Sampang 2025–2030 Dikukuhkan, Diharapkan Perkuat Sinergi dengan Pemkab

“Penyelenggaran pendidikan ini harus steril dari unsur politik. Jadi jangan karena ada faktor kedekatan, semuanya dengan mudah diloloskan,” ungkapnya.

Menurutnya, untuk usia emas anak didik itu, yakni di masa SD sampai SMA, maka tidak boleh lemah dan sekolah asal-asalan. Untuk itu, akreditasi lembaga itu harus dijaga betul, sekolah yang tidak layak harus dinilai dan ancam saja untuk dibubarkan. (km91/sub/din)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *