KABAR MADURA | Meraih belasan prestasi di bidang bahasa Indonesia, tidak bisa didapat dengan instan oleh Indriyani HF. Dalam tiga semesternya kuliah di Universitas Islam Madura (UIM) Pamekasan ini, sudah 19 kali juara. Namun, di balik itu dia harus mengalami gagal berulang kali, baik dalam lomba skala lokal maupun nasional.
KHOYRUL UMAM SYARIF, PAMEKASAN
Kata gadis yang lahir di Pamekasan 24 Agustus 2006 itu, untuk bisa berprestasi harus menjaga semangat belajar, membaca, dan berinteraksi dengan orang yang lebih berpengalaman di bidang yang disukai, dan tekun menjalani setiap proses.
“Jadi pertama saya menentukan tujuan jangka pendek dan jangka panjang, sehingga saya memiliki arah yang jelas. Kedua, melakukan evaluasi diri secara rutin, terutama setelah menghadiri pelatihan atau menyelesaikan sebuah tugas penting,” ungkap gadis beralamatkan di Desa Pamoroh, Kadur, Pamekasan ini.
Sekretaris UKM Teater Pangestu itu mengaku pernah merasa gagal total dan tidak percaya diri lantaran ikut 8 kompetisi dalam 1 bulan. Kompetisi yang banyak digelar offline itu membutuhkan waktu yang cukup untuk persiapan. Meski sudah diatur semuanya secara matang sebulan sebelumnya, tapi hasilnya tetap gagal. Padahal dia menargetkan juara dari lomba itu.
“Pedihnya lagi karena semua biaya menggunakan uang jajan dan perjalanan yang harus ditempuh lumayan jauh jauh, seperti di Bangkalan, Sumenep, Sampang dan saya harus menyetir sendiri pakai sepeda motor. Tapi juara satu pun. Namun, dari titik itu, saya belajar bahwa tidak apa-apa untuk berhenti sejenak, menangis, atau bahkan merasa kecewa, yang penting adalah bangkit lagi,” ujar wakil 1 Duta Kampus UIM itu.
Menurutnya, waktu belajar yang sangat nyaman dan tenang adalah malam hari, terlebih di atas pukul 10.00 malam. Selain itu, dia konsisten belajar setelah salat subuh.
“Saya selalu membuat jadwal harian, mingguan, hingga bulanan agar semua kegiatan dapat terlaksana dengan efisien. Saya juga belajar dari kegagalan karena setiap kegagalan adalah pelajaran berharga. saya tidak pernah takut untuk mencoba lagi setelah gagal. Yang paling penting adalah percaya diri, karena Yakin dengan kemampuan diri adalah pondasi untuk meraih prestasi.” ungkap Indriyani.
Support dari kedua orang tuanya salah satu kekuatan terbesar baginya, sebab mereka selalu memberikan motivasi, doa, dan dukungan moral. Bahkan di saat merasa ragu, mereka tidak pernah berhenti percaya pada kemampuannya. Selain itu, mereka juga mendukung secara materi, seperti menyediakan fasilitas belajar atau kebutuhan saat mengikuti kompetisi.
“Intinya menurut saya orang tua adalah investasi terbesar dalam hidup saya untuk segala langkah yang saya ambil,” tegasnya. (waw)
Nama : Indriyani HF
Tetala : Pamekasan, 24 Agustus 2006
Alamat : Dusun Banyu Ayu, Desa Pamoroh, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan
Pengalaman Pendidikan:
MI darul ulum
MTS Miftahul Ulum Banyu Ayu
MA Miftahul Ulum Banyu Ayu
S1 Universitas Islam Madura
Prestasi yang diperoleh sejak kuliah:
Penulis puisi terbaik tingkat nasional
Kaligrafi juara 1 tingkat se-Madura
Juara 3 menulis opini tingkat se-Madura
Juara umum baca puisi tingkat se-Madura
Harapan 1 baca puisi tingkat se-Madura
Peraih medali perunggu olimpiade bahasa Indonesia tingkat nasional
Meraih medali perak olimpiade bahasa Inggris tingkat nasional
Peraih medali perunggu olimpiade biologi tingkat nasional
Winner baca puisi bahasa inggris tingkat prodi
Juara 3 baca puisi tingkat se-Madura
Juara 3 kader berprestasi PMII Pamekasan
Runner-up duta kampus UIM
Juara 3 lomba menggambar terbaik tingkat nasional
Juara 3 puisi terpuitis tingkat nasional
10 besar lomba baca puisi se-Madura
Juara 2 lomba cipta puisi tingkat nasional
Juara 1 lomba orasi tingkat se-Madura
Juara 3 lomba baca puisi tingkat se-Madura
Karya terbaik cerpen tingkat nasional





