KABAR MADURA | Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan mendapatkan suntikan ribuan vaksin PMK dari pemerintah pusat. Hal itu menyusul merebaknya penyebaran virus penyakit mukut dan kuku (PMK) yang menyerang ratusan sapi di Pamekasan. Namun, vaksin tersebut masih belum didistribusikan ke publik.
Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Hewan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan Slamet Budiharsono mengakui bahwa Pemkab Pamekasan mendapatkan alokasi 7.000 dosis vaksin PMK.
Mengenai pendistribusiannya, pihaknya masih akan rapat koordinasi dengan pihak terkait lain, seperti dengan para tenaga medik. “Penyalurannya dimungkinkan Senin depan (20/1). Kebetulan kami dapat vakasinnya kemarin. Jadi masih harus rapat lebih lanjut,” terangnya, Kamis (16/1/2025).
Ribuan vaksin itu, nantinya akan disebarkan secara merata di empat titik pusat kesehatan hewan (puskeswan) yang ada, yakni di Kecamatan Waru, Pakong, Galis, dan Kecamatan Pamekasan kota. Baru kemudian, akan dilakukan pendistribusian oleh para medik ke setiap daerah.
Budi menyebut, di Pamekasan terdapat 404 ekor sapi yang terjangkit PMK. Namun beruntung, rata-rata sudah sembuh dari virus yang menular tersebut. Dari 404 ekor sapi itu, terdapat 19 ekor yang mati dan 16 potong paksa. Sementara sisanya dinyatakan sembuh.
Ia berharap, para peternak bisa lebih memperhatikan kondisi hewan dan kebersihan kandang, serta asupan gizi ternak. Dengan begitu, bisa mencegah terhadap penularan virus PMK.
“Sapi yang sakit tidak bisa divaksin, harus sembuh dulu. Penyemprotan disinfektan juga sudah kami lakukan di pasar hewan agar steril,” terangnya kepada Kabar Madura.
Sementara itu, peternak sapi asal Pasean Muhsin Alatas mengatakan, pihaknya menyambut baik dengan tersedianya vaksin PMK tersebut. Ia berharap, ketersediaannya bisa didapat secara merata oleh seluruh masyarakat yang memiliki sapi.
Apalagi di daerahnya, sudah terdapat beberapa sapi yang memiliki gejala terinfeksi PMK. Muhsin pun cukup khawatir terhadap kesehatan ternaknya. “Semoga saja nanti vakasinnya mencukupi, dan kebagian,” tuturnya.(nur/din)





