KABAR MADURA | Dinas Lingkungan Hidup Perumahan dan Permukiman (DLH Perkim) Sampang mengalokasikan anggaran sebesar Rp340 juta untuk pemeliharaan armada pengangkut sampah di tahun 2025.
Anggaran tersebut digunakan untuk perawatan rutin, perbaikan kendaraan, perbaikan mesin, serta penggantian oli.
Kepala Bidang (Kabid) Kebersihan dan Persampahan DLH Perkim Sampang Aulia Arif menyampaikan bahwa jumlah armada yang dikelola saat ini mencapai 34 unit, terdiri dari 5 unit dump truk sampah, 2 unit truk compactor, 5 unit truk amrol. Selain itu, ada 4 unit pikap, dan kendaraan roda tiga sebanyak 18 unit. Untuk pemeliharaan setiap roda tiga dianggarkan 3 juta per unit.
“Anggaran Rp340 juta ini, kami memastikan kendaraan tetap dalam kondisi prima walaupun anggaranya sangat pas, kalaupun seandainya ada kendaraan yang harus turun mesin, jelas tidak akan cukup ,” ujarnya.
Setiap hari, layanan armada pengangkut sampah tersebar di 11 kecamatan itu harus bekerja ekstra keras untuk mengangkut hingga 20 ton sampah dari berbagai titik pembuangan menuju ke tempat pembuangan akhir (TPA).Namun, kondisi armada yang sebagian besar sudah tua menjadi tantangan dalam perawatanya.
“Kami tidak bisa meremajakan kembali armada sampah yang tua, karena dengan keterbatasan anggaran yang sangat minim,” ungkap Arif saat ditanya mengenai peremajaan armada.
Kendati demikian, Arif juga mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempatnya.
“Selain perbaikan armada, kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah juga menjadi faktor penting dalam menjaga kebersihan lingkungan,” terangnya.
Sementara itu, salah seorang mahasiswa di Kecamatan Torjun, Moh Dani, menilai bahwa ketersediaan armada pengangkut sampah menjadi salah satu kunci penting agar bersih atau tidaknya lingkungan tersebut.
“Kami hanya ingin pemerintah menjaga kondisi armada dengan baik, agar sampah yang ada di pembuangan bisa di bawa ke TPA dengan lancar,” demikian harap Arif. (km90/sub/waw)





