KABAR MADURA | Persoalan sampah di Bangkalan tidak kunjung menemukan solusi. Hingga saat ini, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bangkalan masih belum memiliki fasilitas pengolahan yang memadai, terutama terkait keberadaan tempat pengolahan akhir (TPA).
Kepala Bidang (Kabid) Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya dan Beracun (PSLB3) DLH Bangkalan Kuspriyanto menjelaskan, pengelolaan sampah yang berjalan saat ini masih sangat bergantung pada peran pemulung. Sampah yang memiliki nilai ekonomis dipilah dan dikumpulkan oleh mereka untuk dijual kembali.
Namun, cara itu dinilai belum mampu menjadi solusi menyeluruh. Pasalnya, volume sampah yang mencapai 41,7 ton per hari belum tertangani dengan baik. Sebagian besar sampah yang terkumpul hanya ditimbun tanpa melalui proses pengolahan lebih lanjut.
“Sementara masih sama, sampah yang masih laku diambil oleh pemulung dan tidak ada pengelolaan lebih lanjut,” ujarnya, Senin (27/4/2026).
Kondisi ini terjadi karena Kabupaten Bangkalan hingga kini belum memiliki TPA. Meski sempat dilakukan penyewaan lahan, lokasi itu tidak dapat dimanfaatkan lantaran akses jalannya berada di bawah kewenangan Perhutani.
Selain itu, proses negosiasi harga dengan pemilik lahan juga masih berlangsung untuk melanjutkan kontrak sewa. Saat ini, pihak DLH masih menunggu hasil appraisal sebagai dasar kesepakatan lanjutan.
Sebagai upaya sementara, Pemkab Bangkalan telah mengoperasikan tiga unit TPS3R untuk membantu mengurangi volume sampah. Namun, Kuspriyanto mengakui kapasitas pengelolaannya masih terbatas dan belum menjangkau seluruh wilayah.
“Untuk yang TPS3R terkelola namun hanya terbatas di kelurahan belum sampai ke kecamatan,” tambahnya.
Meski demikian, dia memastikan, target penyediaan TPA pada tahun 2026 tetap menjadi prioritas pemerintah daerah, sesuai arahan bupati. Hanya saja, dia belum dapat memastikan waktu realisasinya secara pasti.
Di sisi lain, DLH Bangkalan juga merencanakan penambahan tempat pengolahan sampah terpadu (TPST) baru yang akan dibangun di Desa Banyior, Kecamatan Sepuluh. Ke depan, pengelolaan sampah diharapkan dapat dipusatkan di lokasi tersebut.
“Tahun ini sudah dianggarkan untuk menambah TPST di Desa Banyior itu,” pungkasnya. (fik/zul)





