KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Realisasi program Jalan Usaha Tani (JUT) di beberapa desa mulai mendapat sorotan wakil rakyat. Proyek dengan anggaran Rp30 miliar yang terbagi beberapa paket ini bersumber dari Dana Bagi Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun ini. Namun realisasi di lapangan cukup menuai keluhan. Hal ini diungkapkan Ketua Komisi I DPRD Pamekasan Ali Masykur, Kamis (8/11/2023).
Dia mengaku, secara umum tidak mengetahui secara pasti mengenai program tersebut. Hanya saja, sering menerima aduan dari masyarakat mengenai hasil pekerjaan JUT. Sesuai keterangan dari warga, program JUT dikerjakan asal-asalan atau tidak sesuai rencana anggaran biaya (RAB). Sehingga hasil pekerjaan cepat rusak.
“Kemungkinan besar mengurangi campuran bahan-bahan yang digunakan untuk membangun JUT. Kami akan cek ke lapangan, jika memang benar faktanya demikian, maka kami akan panggil dinas terkait,” ujarnya kepada Kabar Madura.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Pamekasan Nulo Gartijo mengaku, tidak mengetahui adanya program tersebut. Sebab baru menjabat sebagai Plt. Bahkan masih sebulan menduduki jabatan di DKPP. Sehingga kemungkinan besar, program JUT direalisasikan sebelum menjabat sebagai Plt.
“Mengenai proyek JUT saya tidak tau, saya menjabat disini baru sebulan. Sedangkan proyek itu direalisasikan oleh kadis sebelumnya,” responnya.
Pewarta: Moh. Farid
Redaktur: Totok Iswanto





