KABARMADURA.ID | PAMEKASAN-Penolakan terhadap aktivitas pertambangan terus mendapat kecaman dari kalangan aktivis Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Pamekasan. Mereka mendatangi Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Timur (Jatim), Kamis (8/11/2023).
Sedikitnya, 50 mahasiswa ikut serta dalam aksi tersebut, sebagai bentuk kepedulian terhadap maraknya pertambangan ilegal, terlebih di daerah yang identik dengan slogan Bumi Gerbang Salam. Secara umum keikutsertaannya dalam aksi di Jatim tidak terlepas dari adanya pertambangan ilegal di setiap daerah Jatim.
“Aksi ini tentu untuk mewakili seluruh rakyat Jatim mengenai aktivitas pertambangan yang tidak memenuhi persyaratan,” ujar Ketua PC PMII Pamekasan Homaidi kepada Kabar Madura.
Menurutnya, pertambangan ilegal sangat berdampak terhadap lingkungan, sosial dan ekonomi. Atas dasar itulah, bersama teman-teman pergerakannya akan terus mengawal tuntas aktivitas pertambangan ilegal di daerah. Sehingga nantinya pemilik tambang bisa memenuhi izin pertambangannya.
“Kami akan terus mengawal persoalan ini hingga tuntas. Terutama tambang ilegal di Pamekasan. Karena aktivitas pertambangan ini merupakan kegiatan yang cukup membahayakan bagi lingkungan dan sangat sangat berdampak terhadap ekosistem akan,” tegasnya.
Pewarta: KM71
Redaktur: Totok Iswanto





