KABAR MADURA | Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pamekasan meninjau kesiapan stok pupuk bersubsidi dengan menginspeksi gudang penyangga pupuk bersubsidi milik Petrokimia di Kecamatan Galis, Pamekasan, Selasa (29/10/2024). Inspeksi itu dilakukan karena saat ini hampir memasuki masa tanam ketiga bagi para petani.
“Kami yakini bahwa kelangkaan pupuk subsidi tidak akan terjadi karena Pamekasan mendapatkan tambahan alokasi pupuk subsidi,” kata Ketua Komisi II DPRD Pamekasan Salman Al Farisi, Selasa (29/10/2024).
Dia yakin kelangkaan pupuk di MT3 ini tidak akan terjadi, karena dari stok yang ditetapkan di awal tahun sudah mendapatkan alokasi tambahan. Kondisi itu dapat terjaga, tegas Salman, asalkan proses distribusi sesuai sebagaimana mekanisme yang sudah diatur.
“Jika seluruh rangkaian alur distribusi dilaksanakan sesuai peraturan, yaitu dari gudang penyangga ke distributor kemudian ke kios dan ke kelompok tani, kami yakini petani tidak akan kekurangan pupuk bersubsidi,” ungkapnya.
Berdasarkan hasil inspeksi tersebut, pihaknya menemukan seluruh angkutan pupuk bersubsidi ditempeli stiker. Namun kendaraan yang berstiker tersebut masih terbatas dari pabrik ke gudang penyangga, sedangkan dari gudang penyangga ke kios masih belum ada.
Inventarisasi terhadap temuan tersebut akan ditindaklanjuti dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait atau instansi lainnya.
“Kami akan mengupayakan untuk memudahkan pengawasan seluruh kendaraan yang digunakan mengangkut pupuk bersubsidi, supaya bisa terdaftar dan berstiker,” urainya.
Berdasarkan data dari Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKP) Pamekasan, jatah pupuk bersubsidi di 2024 di Pamekasan yang semula 14.289 ton urea dan 23.121 ton NPK, kemudian ditambah menjadi 24.413 ton urea dan 23.121 ton NPK. (rul/zul)





