KABAR MADURA | Berawal dari keinginan bersama untuk memenuhi kebutuhan di sektor pertanian, Imam Hasyim dan rekannya membentuk Komunitas Petani di Sumenep. Komunitas Petani tidak hanya memperjuangkan terkait kualitas dan hasil pertanian, tetapi juga memfasilitasi untuk memperoleh hal-hal yang dibutuhkan sejak proses awal.
MOH RAZIN, SUMENEP
“Mulai dari kebutuhan pupuk, bibit dan kebutuhan yang lainnya. Itu terus dikoordinasikan, baik sesama petani maupun pemerintah daerah,” kata Imam Hasyim selaku anggota Komunitas Petani Sumenep bercerita.
Termasuk alat mesin atau alsintan seperti pembajak, penggiling, hand traktor dan lain sebagainya, menjadi salah satu yang dibutuhkan terutama pada masa era modern ini.
Selain itu, juga dibutuhkan akses atau sarana prasarana lainnya, guna untuk memberikan kemudahan dan memilih jenis-jenis yang akan ditanam sesuai dengan potensi atau tekstur tanah di masing-masing daerah.
“Karena di beberapa daerah ada yang harus ditanami cabai jamu, kelor, tembakau, bawang merah dan sebagainya. Itu terus dikoordinasikan sesama petani,” imbuhnya.
Dikatakan pula, komunitas ini juga saling membantu memasarkan hasil pertanian, baik untuk memenuhi kebutuhan di daerah daratan maupun kepulauan.
Namun sektor pertanian tetap menghadapi tantangan, salah satunya minimnya generasi muda yang gemar bertani. Karena memang ini butuh edukasi mengingat sektor pertanian ini juga baik untuk masa depan.
“Hasil pertanian pasti laku, dan dibutuhkan untuk seluruh manusia. Maka ini tentu harus benar-benar dikampanyekan dan dicontohkan,” kata Imam. (waw)





