KABAR MADURA | Konflik di Timur Tengah antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat yang terus berlanjut menimbulkan keresahan di berbagai kalangan, termasuk keluarga jemaah umrah asal Bangkalan. Kekhawatiran akan meluasnya dampak perang ke wilayah lain turut menjadi perhatian.
Merespons situasi tersebut, Kepala Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Bangkalan Arif Rochman memastikan terus memantau kondisi jemaah yang sedang menjalankan ibadah umrah. Pihaknya intens berkoordinasi dengan biro travel untuk memastikan keamanan serta kelancaran ibadah para jemaah.
“Sementara ini, kami sudah melakukan koordinasi dengan pihak travel, dan alhamdulillah ibadah jemaah tetap berjalan lancar,” jelasnya, Rabu (4/3/2026).
Arif menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterima, para jemaah tetap dapat melaksanakan rangkaian ibadah tanpa kendala berarti. Di menyebut, mayoritas jemaah umrah asal Bangkalan berangkat melalui jasa travel yang sudah terdaftar.
Saat ini terdapat empat travel umrah asal Bangkalan yang memberangkatkan jemaah, yakni Aura, A Namiroh, Bi’ru Zamzam, dan Barokah Al-Imron. Total jemaah yang tengah berada di Makkah diperkirakan mencapai sekitar 380 orang.
Lebih lanjut, Arif menyebut, hingga saat ini belum ada instruksi khusus dari pemerintah pusat terkait kondisi tersebut. Meski demikian, pihaknya tetap mengingatkan agar seluruh jemaah dan travel waspada serta memahami prosedur jika terjadi situasi darurat.
Apabila terjadi kondisi mendesak, tambah Arif, jemaah dapat langsung menghubungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) setempat untuk mendapatkan perlindungan dan bantuan.
Selain itu, pihak travel juga dapat memanfaatkan aplikasi Siskopatuh yang disediakan Kemenhaj sebagai sarana pelaporan dan koordinasi cepat.
“Sekarang bisa terkoordinasi dengan adanya teknologi ini, jadi pihak travel bisa laporan langsung,” ungkapnya. (km95/zul)





