KABAR MADURA | Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Pamekasan sudah mendapatkan jumlah tambahan calon jemaah haji (CJH) yang akan berangkat pada 2024. Kuota awal sebelumnya sebanyak 1.212. Setelah adanya tambahan menjadi 1.425.
Kepala Kemenag Pamekasan Mawardi, melalui kepala seksi (Kasi) Haji dan Umrah Kemenag Pamekasan Abdul Halim menyampaikan, hal itu merupakan dampak kebijakan penambahan dari otoritas Kerajaan Arab Saudi mengenai kouta keberangkatan haji di 2024.
Jumlah yang akan berangkat pada 2024 itu terdiri dari 30 persen lansia, sebagaimana ketentuan dalam pemeberangkatan haji 2024. Jumlahnya, 337 jemaah prioritas lansia dan 898 jemaah urut porsi, sedangkan 190 CJH merupakan jemaah haji cadangan.
“Untuk bisa melakukan pelunasan tahap 1 dan tahap kedua, jemaah harus istitoah kesehatan dulu, kalau tidak dinyatak istitoah, maka dirujuk kerumah sakit untuk kemudian diobati dan dalam jangka satu bulan diharapkan bisa pulih dan bisa melunasi,” paparnya, Rabu (10/1/2023).
Untuk proses kesiapan keberangkatan CJH, sebagian sudah ada yang memproses pembuatan paspor dan surat keterangan sehat. Keberangkatannya akan diperkirakan akan berangkat pada Mei 2024.
Halim menegaskan, 1.425 CJH harus melunasi pembayaran senilai Rp35 juta sebelum tenggang waktu tahap kedua, termasuk CJH yang masuk kouta cadangan, karena mereka sangat berpotensi akan menganggantikan CJH yang tidak bisa berangkat, baik sedang menglami sakit maupun yang menunda keberangkatan tahun depan.
“Jadi jemaah lansia, jemaah berdasar porsi, dan cadangan harus lunas di pelunasan tahap pertama, karena untuk pelunasan tahap kedua diperuntukan untuk mereka yang gagal membayar di tahap pertama karena sistem, ataupun CJH yang berasal dari kepulauan,” imbuhnya.
Pewarta: Khoyrul Umam Syarif
Redaktur: Wawan A. Husna





