Kuota Bertambah 9 Orang, Program Simpati Lansia di Pamekasan belum Merata

News97 views

KABAR MADURA | Program Simpati untuk Lansia (Simpati Lansia) di Pamekasan yang sudah berjalan sejak 2021 itu berlanjut hingga tahun ini. Namun, penerima manfaat sajian makanan gratis bagi lansia tersebut masih belum merata. Hal ini diungkapkan oleh Kepala Bidang (Kabid) Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial (Dinsos) Pamekasan, Amir Mahmud,  Selasa (18/3/2025).

Menurutnya, meskipun program Simpati Lansia tetap dilanjutkan pada tahun ini dengan tambahan kuota 421, pihaknya tidak menampik bahwa jumlah tersebut masih belum bisa  mengakomodasi keseluruhan lansia yang ada di BUmi Ratu Pamelingan.

“Tahun ini ada penambahan kuota 9 orang dari tahun sebelumnya. Tapi, itu belum bisa memberikan bantuan makanan gratis bagi masyarakat (lansia) kita,” ungkapnya.

Amir menjelaskan, penentuan penerima manfaat dilakukan melalui usulan dari pemerintah desa setempat, yang kemudian divalidasi oleh Dinsos Pamekasan. 

Baca Juga:  Dinsos Pamekasan Verifikasi 150 Usulan PPSE 2026, Dorong KPM Menuju Graduasi Mandiri

Saat ini, terdapat sekitar 600 usulan pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial (PPKS) yang telah masuk. Namun, hanya 421 orang yang telah diterima, dengan mayoritas penerima merupakan peserta dari tahun sebelumnya.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

“Hanya sebagian penerima manfaat yang tergolong baru untuk mengganti mereka yang sudah meninggal. Karena, itu sudah ketentuannya,” tambahnya.

Secara keseluruhan, Amir mengaku belum mengetahui secara rinci terkait anggaran permakanan. Namun, setiap penerima mendapatkan makanan gratis dua kali sehari, dengan anggaran Rp20 ribu per porsi. Anggaran tersebut sudah termasuk biaya pengantaran dan pajak, sehingga tidak diterima secara utuh oleh penyedia layanan.

Dengan banyaknya lansia yang masih membutuhkan bantuan, perlu ada peningkatan anggaran dan kuota yang lebih banyak agar manfaat program ini lebih merata. “Anggaran itu tidak lantas utuh, karena masih dipotong pajak,” pungkasnya. 

Baca Juga:  Seleksi PPPK Sekolah Rakyat 2026 Dibuka, Dinsos Pamekasan Pastikan Tidak Ada Jalur Prioritas

Sementara itu, ketua Komisi IV DPRD Pamekasan Halili Yasin mengatakan, tidak meratanya program permakanan bukan hanya karena ketersediaan kuota yang terbatas, tetapi penggunaan data yang dimasukkan ke dalam daftar penerima masih menggunakan data lama.

Oleh karena itu, kata Halili, Dinsos Pamekasan seharusnya menerapkan asas pemerataan. Sehingga, program pemerintah dapat dirasakan oleh lansia lainnya.

“Seharusnya data itu ganti ke lansia yang belum pernah menerima, kasihan kalau data yang dipakai terus data lama,” tegasnya. (km62/din)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *