KABAR MADURA | Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar meresmikan Universitas Islam Negeri (UIN) Madura dalam kunjungan kerja ke kampus setempat, Sabtu (29/11/2025).
Peresmian tersebut menandai berakhirnya proses panjang alih status dari IAIN menjadi UIN yang telah berlangsung sejak tahun 2022 lalu.
Rektor UIN Madura Saiful Hadi mengatakan, perubahan status itu memiliki landasan filosofis yang kuat, yakni mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dalam konteks yang lebih luas, khususnya pada pengembangan kemahasiswaan yang religius dan kompetitif.
“Kampus ini memiliki tiga elemen penting, yakni dimensi keislaman, budaya, dan layanan ilmu-ilmu lain yang bermanfaat. Tujuannya agar kampus ini benar-benar berdampak,” jelas Saiful, Sabtu (30/11/2025).
Dia menyebut, UIN Madura menyiapkan beberapa inovasi, salah satunya terkait pengembangan teknologi ketahanan pangan dan penguatan ilmu pengetahuan terkait generasi Z, seperti teknologi dan sains.
Saiful juga menyinggung pencapaian kampus yang meraih rekor MURI melalui transliterasi hasil terjemahan Al-Qur’an berbahasa Madura ke dalam aksara Carakan Madura.
“Ini sejatinya bentuk pemuliaan khazanah Carakan Madura agar terjaga dan tetap terbaca oleh generasi mendatang,” ungkapnya.
Sementara itu, dalam arahannya, Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin mengatakan, lokalitas Madura harus tetap melekat sebagai identitas UIN Madura. Sebab, dia menilai kekayaan Madura perlu menjadi ciri khas kampus dalam melahirkan sumber daya manusia unggul.
“Madura dikenal dengan ragam lokalitasnya dan memiliki beberapa lapisan. Jadi kita berharap, kampus ini melahirkan SDM unggul di berbagai bidang,” tuturnya. (nur/zul)





