KABAR MADURA | Hari Pramuka di Indonesia diperingati pada 14 Agustus setiap tahunnya. Meskipun penghapusan ekstrakurikuler (ekskul) wajib Pramuka oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), masih banyak siswa di Sumenep yang antusias mengikuti kegiatan pramuka. Bahkan, seluruh sekolah di Sumenep rata-rata mengikuti upacara.
“Semangat para andika pramuka masih eksis sampai saat ini,” kata Ketua Dewan Kerja Cabang (DKC) Kwarcab Gerakan Pramuka Sumenep Muhammad Romli, Rabu (14/8/2024).
Menurutnya, pendidikan karakter itu ada pada pramuka, karena pramuka menumbuhkan karakter siswa yang lebih baik, yang dapat mengubah perilaku dalam mencegah perbuatan seks bebas dan lainnya.
“Ini menjadi evaluasi bagi kami dalam terus menggerakkan organisasi kepramukaan, khususnya di Sumenep,” paparnya.
Baginya, pada saat peringatan Hari Pramuka, lebih baik sekolah tidak diliburkan, agar para siswa tidak produktif, misalnya para siswa berlibur untuk hal lainnya. Seperti saat Hari Pramuka ke-63 di tahun 2024 ini, sudah banyak para siswa yang antusias, sehingga tidak masalah jika diliburkan.
“Itu merupakan kebijakan dan ranah pemerintah mengenai libur tidaknya di hari pramuka ini,” bebernya.
Pria yang biasa dipanggil Romli ini meminta pada Pemkab Sumenep agar kegiatan pramuka lebih diperhatikan, karena pramuka bukan hanya berkemah, bernyanyi, dan lainnya. Tetapi, hal yang lebih pentin adalah menumbuhkan karakter siswa bahkan mahasiswa yang lebih baik ke depannya.
“Pramuka juga menjadikan orang nasionalis yakni menjaga NKRI dan dapat berjiwa Pancasila,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Sumenep Mohamad Iksan menegaskan, berbagai upaya untuk memajukan pramuka sudah dilakukan, termasuk dukungan dana hibah untuk kemajuan pramuka. Pada tahun lalu, khusus pramuka mendapatkan dana hibah Rp500 juta.
“Kami harap kegiatan pramuka dapat mendukung dalam menjaga NKRI,” ucap Iksan.
Pewarta: Imam Mahdi
Redaktur: Wawan A. Husna





