KABAR MADURA | Di Sumenep saat ini, hujan hampir setiap hari, area Taman Adipura atau yang biasa disebet Taman Bunga juga sering terjadi genangan air.
Menurut Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumenep Dulsiam, akan berpotensi banjir jika dibiarkan. Oleh karena itu, perlu adanya sumur resapan agar tidak semakin parah.
Dengan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) bahwa puncak musim hujan ini pada Februari ini, percepatan proyek sumur resapan jadi alasan untuk mengantisipasinya.
“Ini sangat penting diseriusi, agar pada saat hujan tidak terjadi genangan ataupun banjir,” katanya, Kamis (1/1/2024).
Sumur resapan merupakan salah satu rekayasa teknik konservasi air berupa bangunan yang dibuat sedemikian rupa sehingga menyerupai bentuk sumur gali dengan kedalaman tertentu yang berfungsi sebagai tempat menampung air hujan yang jatuh di atas atap rumah atau daerah kedap air dan meresapkannya ke dalam tanah.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sumenep Arif Susanto melalui Kepala bidang (Kabid) Tata Lingkungan Hasinuddin Firdaus berjanji semaksimal mungkin bakal mempercepat proyek sumur serapan.
Titik utamanya bakal dilakukan di area taman bunga sisi timur, di sana memang sering terjadi genagan pada saat hujan. Nantinya air yang jatuh seharusnya bisa meresap ke tanah, tidak serta-merta dibuang ke laut.
“Insya Allah dalam bulan ini sudah dapat dikerjakan, karena proses perencanaan sudah hampir selesai,” paparnya.
Proyek senilai Rp100 juta ini, kata Hasinuddin, selain menyimpan air tanah, sumur resapan menjadi solusi untuk problem genaganataupun banjir. Dengan adanya sumur resapan, air yang biasanya tumpah karena tidak tertampung di saluran air menjadi terserap ke bumi.
“Ini tentu juga butuh dukungan masyarakat ya,” kata pria yang akrab disapa Cici itu.
Pewarta: Imam Mahdi
Redaktur: Wawan A. Husna





