Tahun Ini Nihil Pembangunan TPS3R, DPRD Pamekasan Minta Penanganan Sampah Tetap Dioptimalkan

News128 views

KABAR MADURA | Pembangunan tempat pembuangan sampah reduce reuse dan recycle (TPS3R) tahun ini dipastikan tidak terealisasi. Tahun 2024, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pamekasan hanya mampu mengadakan beberapa sarana dan prasarana (sarpras) persampahan baru. 

Kepala Bidang (Kabid) Sarana dan Prasarana DLH Pamekasan Moch. Sjafii mengatakan, tidak terealisasinya  pembangunan TPS3R ini dikarenakan anggaran yang tersedia terbatas. Sehingga, hanya fokus pada pengadaan sarpras persampahan lainnya saja. 

“Tahun ini fokus di pengadaan saja, karena anggarannya tidak cukup,” terangnya kepada Kabar Madura, Kamis (1/2/2024). 

Dia menjelaskan, pengadaan sarpras tahun ini hanya mencakup 5 troli besar dan 11 troli kecil. Selain itu, juga ada pengadaan 2 unit  kontainer sampah ukuran sedang.  

Baca Juga:  Empat Raperda 2026 Mulai Dibahas Pansus, DPRD Pamekasan Targetkan 75 Persen Rampung Tahun Ini

Sementara, pada 2023, pembangunan TPS3R terealisasi di Desa Pademawu Timur dan Desa Pagendingan. Masing-masing mendapatkan anggaran Rp600 juta yang diperuntukkan untuk pembangunan fisik dan pemenuhan sarpras persampahan, seperti mesin pres sampah, mesin pengayak, dan alat angkut sampah serta sarpras pendukung lainnya.

IMG-20260612-WA0052
IMG-20260612-WA0047
IMG-20260612-WA0050
IMG-20260612-WA0051
IMG-20260612-WA0049
IMG-20260612-WA0046

“Kebetulan TPS3R tahun kemarin sudah, jadi sekarang fokus pada pengadaan sarpras baru,” ungkap Mamad, sapaan akrabnya. 

Sementara Wakil Ketua DPRD Pamekasan Khairul Umam sangat menyayangkan atas tidak terealisasinya pembangunan TPS3R tersebut. Sebab menurutnya, apabila dikelola dengan baik keberadaan TPS3R itu bisa membawa kemandirian ekonomi desa. 

Baca Juga:  Kunjungi Kebun Hidroponik di Buddih, Ketua F-PKB DPRD Pamekasan Ajak Warga Tanam Pangan Sehat di Pekarangan

Dia menyebut, meski tidak ada pembangunan TPS3R, dinas terkait harus tetap proaktif dalam mengurai persoalan sampah di Pamekasan. Salah satunya bekerjasama dengan kemitraan akademik ataupun komunitas lingkungan lainnya, agar langkah yang diambil dalam mengurai persampahan lebih optimal. 

“Ini menjadi komitmen kita semua dalam proses penganggaran tentu dengan perencanaan yang baik. Persoalan sampah jangan sampai menjadi gunung es yang kemudian hari jadi beban masa depan. Tidak boleh melakukan program hanya untuk menghabiskan anggaran saja, harus ada asas manfaatnya,” tuturnya. 

Pewarta: Safira Nur Laily 

Redaktur: Sule Sulaiman

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *