Madura United Gagal Menang dari Dewa United, RB: Badai Datang di Babak Kedua

KABAR MADURA | Madura United harus mengakui keunggulan Dewa United pada laga pekan ke-29 Super League 2025/2026. Bertanding di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), tim tuan rumah kalah dengan skor 1-2 dari tim tamu.

Laskar Sape Kerrab sebenarnya mengawali laga dengan baik. Mereka langsung unggul cepat lewat gol Junior Brandao pada menit ke-7. Namun, keunggulan itu tidak mampu dipertahankan hingga akhir pertandingan.

Memasuki babak kedua, Dewa United tampil lebih agresif dan berhasil membalikkan keadaan. Ricky Kambuaya menjadi aktor utama kemenangan tim tamu setelah mencetak dua gol dalam waktu singkat, masing-masing pada menit ke-49 dan 54.

Caretaker Pelatih Madura United Rakhmad Basuki tetap memberikan apresiasi terhadap perjuangan para pemainnya meski hasil akhir tidak sesuai harapan.

“Sayang sekali kami harus kehilangan poin di kandang hari ini. Tapi secara keseluruhan, saya memuji penampilan dan spirit dari semua pemain, mereka tetap tidak mau kalah hingga peluit akhir dibunyikan,” ujar Rakhmad Basuki usai pertandingan.

Dia menilai perubahan yang dilakukan Dewa United pada babak kedua menjadi faktor penentu kekalahan timnya. Pergantian pemain dan perubahan sistem permainan membuat Madura United kesulitan mengimbangi.

“Mereka mengubah sistem dan itu menjadi bencana bagi kami,” tegasnya.

Menurut Coach RB, sapaan akrabnya, pada babak pertama Lulinha dan kawan-kawan sebenarnya mampu mengontrol permainan lawan. Hal itu tidak lepas dari persiapan matang yang telah dilakukan, termasuk menganalisis pola permainan Ricky Kambuaya dan rekan-rekannya.

“Pada babak kedua, mereka mengganti pemain, mengubah sistem, dan membuat kami kewalahan,” imbuhnya.

Coach RB juga menjelaskan alasan penarikan Junior Brandao di awal babak kedua, meski pemain asal Brasil itu sempat menjadi pembeda di babak pertama. Keputusan itu diambil demi menghindari risiko cedera yang lebih parah.

“Tidak ada pilihan lain, selain mengganti Junior Brandao. Karena kalau dipaksakan bermain, dia bisa absen hingga akhir musim,” ungkapnya.

Coach RB mengungkapkan bahwa sejak menit ke-25, Brandao sudah merasakan nyeri di bagian paha. Meski demikian, Brandao tetap berusaha bertahan hingga babak pertama berakhir.

Baca Juga:  Pesan Mendalam Presiden Madura United Jelang Hadapi Laga Terakhir Lawan PSM Makassar

“Saat masuk ke ruang ganti, dia menyampaikan bahwa sudah tidak bisa main lagi,” jelasnya.

Tidak hanya Brandao, beberapa pemain lain juga tampil dalam kondisi tidak sepenuhnya fit. Riquelme Souza dan Lulinha diketahui tetap bermain meski menahan rasa sakit demi membantu tim meraih poin.

“Makanya kami coba dorong mereka, tapi dengan catatan tidak mengambil risiko yang terlalu besar, sebab mereka kami butuhkan saat away ke Padang,” paparnya.

Madura United pun tidak memiliki banyak waktu untuk larut dalam kekecewaan. Mereka harus segera bersiap menghadapi laga berikutnya melawan Semen Padang yang dijadwalkan berlangsung pada Rabu (29/4/2026) di Padang.

“Besok kami latihan di sini, baru setelah itu hari Senin, kami sudah berangkat ke Padang. Karena hari Rabu, kami sudah main kembali. Dan itu juga pertandingan yang sangat penting,” tukasnya. (nur/zul)

IMG-20260612-WA0113
IMG-20260612-WA0121

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *